Apa yang harus kita buat? Banyak hal dapat kita lakukan. Banyak yang dapat kita lakukan segera. Sebagai individu mahasiswa, marilah kita menjadi bagian dari suatu kerangka kerja nasional untuk mempersiapkan diri menajdi lapisan pemimpin yang profesional dan memiliki komitmen moral kebangsaan. Persiapkan diri sebaik mungkin untuk menjadi pemimpin kelak yang mampu menghimpun kekuatan bangsa dari berbagai macam unsur pengetahuan.
Kepada para staf pengajar FISIP, marilah kita menjadi bagian dari kerangka kerja nasional untuk membangun kekuatan kelembagaan, pendorong inovasi dan menjadi penunjang kerangka industri yang maju dan kompetitif dalam dunia global. Kepada para dosen muda, khususnya, kalianlah penerus semangat dan karya bangsa. Siapkan dirimu menjadi unsur pemersatu dalam ilmu dan dalam kerja bangsa untuk mengejar ketertinggalan bangsa ini.
Kepada para karyawan, engkau adalah fondamen lembaga di mana kita bersandar, maka temukan kebahagiaanmu dalam pengabdian. Untuk kita semua, temukan kebahagiaan dalam kemajuan dan cinta sesama.
Ya Allah, aku sadar ilmuku sangatlah sedikit, dibanding luas samudra dan keseluruhan butir pasir yang menghiasi bibir pantai… Kelak, jadikanlah murid-mahasiswaku lebih pintar, lebih bijaksana dan lebih berhasil dari kami, sehingga keadaan kita semua menjadi kian membaik dibandingkan saat ini. Amin, ya rabbal alamin.


“Ya Allah . . . ilmuku sangatlah sedikit” merupakan titik berangkat Prof. Bambang yang paling tepat. Dan ilmu yang sidikit itu tidak akan menjanjikan kehidupan yang gemerlap. Ilmu itu (ilmu-ilmu kamanusiaan) sekadar suatu jendela kecil, untuk mengintip hati manusia, untuk membangun empati dan toleransi, untuk mengidentifikasikan diri secara utuh dengan orang lain, mengikat hubungan kita dengan sesama khususnya teman sebangsa. Landasan sudah tepat maju terus Prof. Bambang!