Konsolidasi kelembagaan adalah tema utama yang diusung dalam program kerja saya. Apa yang dimaksud dan mengapa tema ini yang saya usul dan gemakan kepada khalayak FISIP UI. Pertama-tama perlu disampaikan bahwa konsolidasi kelembagaan adalah sebuah natural progression atau irama alamiah yang bersambut dari pencapaian dari kepemimpinan Dekan FISIP sebelum ini. Konsolidasi kelembagaan adalah kesatuan dari seluruh upaya membangun karakter, potensi dan arah bersama.
Konsolidasi kelembagaan mencakup pengaturan kembali tata kerja, hubungan elemen dan sinergi dari masing-masing komponen. Ada unsur kesinambungan yang tersirat dalam pilihan konsolidasi dengan perubahan yang berkesinambungan. Bilamana ada proses growth, maka konsolidasi bermakna maturation, kematangan untuk kesinambungan. Momentum yang harus dijaga adalah bagaimana mengisi infrastruktur akademik yang sangat baik dan berkualitas yang telah terbangun saat ini. Konsolidasi mengandung makna revitalisasi, mengisi, memberikan arahan dan mensinergikan seluruh kemampuan intelektual dan idealisme yang dimiliki oleh warga fakultas ini.
Disinilah kiranya fakultas terus dan semakin memerlukan leadership yang sifatnya mengayomi, konsultatif dan memberdayakan semua unsur yang ada di dalamnya. Ke depan tentunya tantangan fakultas akan semakin besar. Disinilah karakter caring menjadi penting. Sifat caring dan memperhatikan secara adil kepada semua unsur adalah karakter kepemimpinan saya. Fakultas memerlukan orang yang mau dan mampu menyelami dan menjadi motivator dan penggerak perubahan dari dalam. Intinya adalah kepemimpinan yang dapat menjangkau pada tataran personal yang mampu memberikan dorongan untuk bekerja dalam sistem dan koridor gagasan kemajuan yang dicanangkan oleh FISIP UI. Bukankah ini esensi dari learning organization? Saya kira memang demikian, suatu manajemen yang berintikan kemampuan berkomunikasi, dorongan komunikasi yang kuat yang berintikan leadership yang inspiratif dan dipercaya (amanah). Bagi saya kepemimpinan adalah jangkar, namun bukanlah jangkar yang diam. Dia bergerak sejalan dengan kemajuan yang dicapai. Dia kokoh menjadi basis bagi seluruh elemen untuk bergerak secara dinamis, mencari peluang kemajuan.
Saya melihat bahwa inti dari perubahan yang diperlukan oleh fakultas adalah penataan organisasi. Inilah jawaban dari kebutuhan kesinambungan kepemimpinan yang dibutuhkan fakultas saat ini. Penataan organisasi, penataan organisasi dan sekali lagi penataan organisasi. Itulah jawabannya. Apa saja bidang yang ditata kembali ? Marilah kita ikuti sebagian dari sasaran yang akan ditetapkan sebagai berikut :
1. Pelembagaan penghargaan berdasarkan kontribusi dan prestasi. Fakultas akan merumuskan pola insentif bagi dosen, karyawan dan mahasiswa yang memberikan upaya dan hasil pencapaian yang lebih dari rata-rata civitas akademika. Intinya, kesejahteraan harus berkeadilan, bukan sekedar pemerataan. Inilah langkah pertama untuk membangun atmosfir kerja yang mengedepankan mutu, prestasi dan keadilan.
2. Reoganisasi dan memberdayakan semua unsur kegiatan penelitian/PUSKA ; yang menyangkut peran, fungsi sekretariat dan hubungan kerja dengan unsur eksternal fakultas. Klaster penelitian akan dibangun dan menjadikan FISIP menjadi hub (pangkal) bagi kerjasama internasional bagi kerjasama interdisiplin.
3. Pengembangan kapasitas kesekretariatan fakultas yang mampu menjadi penopang Departemen dalam melaksanakan fungsi akreditasi, pemenangan hibah kompetitif, menopang manajemen teknis hibah, kerjasama internasional dan kesekretariatan yang dapat membangun agenda kegiatan fakultas yang kuat.
4. Dorongan untuk berbagai kegiatan apresiasi bakat dan prestasi yang dimungkinkan dengan kegiatan talent scouting dan pengembangan atmosfir kompetisi.
5. Pengembangan sistem pelayanan sumberdaya manusia yang lebih agresif untuk mengelola data base dosen, mengurus kenaikan pangkat, membangun potensi pegawai BHMN dan memastikan beasiswa yang saat ini melimpah dapat diserap oleh para mahasiswa dan alumni.
6. Memastikan kejelasan mekanisme dan tatacara kerja organisasi fakultas. Fakultas harus memberlakukan Faculty Manual yang akan memberikan pedoman kerja dan indikator pencapaian yang dipersyaratkan sebagai seorang dosen. Fakultas juga akan membangun serangkaian pedoman tatalaksana kerja di dalam Fakultas, termasuk ketentuan pemilihan jabatan struktural, pola rekrutmen dosen baru, peran Ketua Departemen yang diperbaharui dll.
7. Peningkatan peran komunikasi dan konsolidasi bagi transisi fakultas di dalam kerangka integrasi manajemen akademik dan keuangan Universitas. Ini bukanlah persoalan yang mudah, mengingat persoalan kelembagaan, sumberdaya manusia dan aset program.
8. Pengorganisasian kesejahteraan jangka panjang (berbasis kontribusi) dan bantuan kemalangan (berbasis kesukarelaan iuran civitas akademika dan alumni).
Dalam menjalankan ke delapan pokok di atas, saya akan bersifat memberdayakan. Sekali lagi, memberdayakan! Mudahnya, saya akan menjalankan peran sebagai pemain gelandang (mid field), bukan striker. Saya akan mengumpan bola dan membangun serangan dari lini belakang. Inilah menurut saya prinsip dan karakter kepemimpinan saya. Caring leadership adalah gabungan dari konsistensi perhatian, membangun passion atau semangat keterlibatan yang tinggi dari semua unsur. Kita semua akan bekerja sama, bekerja sama untuk membangun FISIP dan bekerja untuk “to unleash the power of science”. Membangun organisasi jelas bukanlah hal yang mudah. Ia melibatkan temu pikir, gagasan dan kesepakatan bersama. Untuk itu, mekanisme Rapat Kerja Fakultas 2008 yang akan datang akan menjadi wahana penting untuk mencari titik temu landasan bagi FISIP untuk maju ke depan.

