<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Bambang Shergi Laksmono</title>
	<atom:link href="http://bambangshergi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bambangshergi.wordpress.com</link>
	<description>BECAUSE I CARE</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Feb 2011 01:49:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='bambangshergi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Bambang Shergi Laksmono</title>
		<link>http://bambangshergi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://bambangshergi.wordpress.com/osd.xml" title="Bambang Shergi Laksmono" />
	<atom:link rel='hub' href='http://bambangshergi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Cover Booklet Calon Dekan 2008-2012</title>
		<link>http://bambangshergi.wordpress.com/2008/04/08/cover-booklet-calon-dekan-2008-2012/</link>
		<comments>http://bambangshergi.wordpress.com/2008/04/08/cover-booklet-calon-dekan-2008-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 07:22:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bambangshergi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bambangshergi.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bambangshergi.wordpress.com&amp;blog=2219436&amp;post=46&amp;subd=bambangshergi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bambangshergi.files.wordpress.com/2008/04/revisi-cor23.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-49" src="http://bambangshergi.files.wordpress.com/2008/04/revisi-cor23.jpg?w=500&#038;h=377" alt="" width="500" height="377" /></a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bambangshergi.wordpress.com/46/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bambangshergi.wordpress.com/46/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bambangshergi.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bambangshergi.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bambangshergi.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bambangshergi.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bambangshergi.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bambangshergi.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bambangshergi.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bambangshergi.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bambangshergi.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bambangshergi.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bambangshergi.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bambangshergi.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bambangshergi.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bambangshergi.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bambangshergi.wordpress.com&amp;blog=2219436&amp;post=46&amp;subd=bambangshergi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bambangshergi.wordpress.com/2008/04/08/cover-booklet-calon-dekan-2008-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/be4e29deed2315064eb6b276de50d439?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bambangshergi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bambangshergi.files.wordpress.com/2008/04/revisi-cor23.jpg?w=500" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Saya Hadir dan SiapTerus Membangun FISIP UI</title>
		<link>http://bambangshergi.wordpress.com/2008/04/08/saya-hadir-dan-siapterus-membangun-fisip-ui/</link>
		<comments>http://bambangshergi.wordpress.com/2008/04/08/saya-hadir-dan-siapterus-membangun-fisip-ui/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 07:16:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bambangshergi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bambangshergi.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Tantangan fakultas di atas tidaklah sederhana. Kompleksitas tantangan fakultas terletak pada posisinya yang harus mencerna dan menurunkan kebijakan ke fakultas. Demikian pula disadari bahwa fakultas juga harus memahami realita kelembagaan yang ada saat ini. Terkait dengan besarnya tantangan ini, saya harus menjelaskan alasan ikut dalam pemilihan Dekan FISIP UI. Paling tidak harus dijelaskan latar belakang, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bambangshergi.wordpress.com&amp;blog=2219436&amp;post=45&amp;subd=bambangshergi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:28.1pt;line-height:150%;"><!--[if gte mso 9]&amp;gt;  Normal 0     false false false  IN X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &amp;lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&amp;gt;                                                                                                                                              &amp;lt;![endif]--><span>Tantangan fakultas di atas tidaklah sederhana. Kompleksitas tantangan fakultas terletak pada posisinya yang harus mencerna dan menurunkan kebijakan ke fakultas. Demikian pula disadari bahwa fakultas juga harus memahami realita kelembagaan yang ada saat ini. Terkait dengan besarnya tantangan ini, saya harus menjelaskan alasan ikut dalam pemilihan Dekan FISIP UI. Paling tidak harus dijelaskan latar belakang, motivasi dan kualifikasi profesional yang saya miliki. Penjelasan ini penting bukan untuk sekedar menjelaskan latar belakang dan alasan mencalonkan diri. Lebih penting lagi, agar hadirin bisa menilai apakah kandidat ini layak dan diperkirakan mampu mengemban tugas serta menjawab tantangan fakultas di masa yang akan datang. Ini penting untuk untuk kita ketahui semua.</span><span id="more-45"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span><span> </span>Keterlibatan saya dalam manajemen fakultas adalah kesinambungan kerja yang telah dirajut sejak lama. Pada tahun 1992, saya sudah menjadi Ketua Jurusan (sekarang disebut Departemen) Ilmu Kesejahteraan Sosial. Tugas pengembangan jurusan saya tekuni dan antara lain berhasil mendirikan program Pasca di bidang Ilmu Kesejahteraan Sosial yang pertama di Indonesia dan pada tahun 1995 mendatangkan 12 mahasiswa Belanda untuk magang di bidang kesejahteraan sosial selama 6 bulan di Indonesia. Sejak 2003 (sampai sekarang) saya diberikan kepercayaan menjabat Wakil Dekan Bidang Akademik FISIP UI. Tugas ini dilaksanakan dalam tim Dekan FISIP 2003-2007 Prof. Dr. der Soz. Gumilar R. Somantri dan Drs. (Ak) Tafsir Nurchamid, MSi sebagai wakil Dekan Bidang Non-Akademik. Tugas Wakil Dekan Bidang Akademik mencakup tanggung jawab pengelolaan manajemen pendidikan lintas program dan lintas jenjang yang mencakup kurang lebih 8000 mahasiswa FISIP UI dari 35 jenis program yang ada. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Tugas Wakil Dekan Bidang Akademik mencakup penjaminan mutu, kalender akademik, sistem informasi dan pembinaan kurikulum. Dalam perjalanan tugas, saya pernah menjabat sebagai Pelaksana Harian Dekan FISIP UI dan selanjutnya menjadi Pejabat Dekan FISIP UI (sejak Agustus 2007). Dalam<span> </span>empat tahun terakhir, saya telah mengarahkan seluruh proses dalam kalender akademik, mendorong peningkatan status akreditasi, mendorong integrasi program Ekstensi ke dalam Departemen, membangun implementasi SIAK serta melaksanakan Rapat Kerja Fakultas untuk menyusun kurikulum baru. Dalam bidang pengembangan kelembagaan, saya telah berinisiatif untuk merintis dan mengawal seluruh proses pendirian program Doktor bagi Ilmu Hubungan Internasional, Kriminologi dan Ilmu Kesejahteraan Sosial, yang diharapkan akan dibuka pada semester Ganjil tahun ajaran 2007/2008.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span><span> </span>Dalam perjalanan tugas ini pula saya menjadi anggota Senat Akademik Universitas dari unsur dosen (sampai dengan Oktober 2007). Dalam penugasan sebagai anggota SAU, saya ikut dalam keanggotaan di 2 Pansus (Pansus Tata Tertib, Penataan Program Studi) dan 2 Panja SAU (Panja Kebijakan Pengajaran Berbasis Riset dan Panja Sosialisasi Surat Keputusan SAU).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:28.1pt;line-height:150%;"><span>Memantapkan identitas dan mewujudkan komitmen nilai kemanusiaan adalah suatu proses yang terus berjalan dalam diri saya. Dalam perjalanan di bidang akademik, saya terus menggulirkan berbagai inisiatif untuk memberikan kontribusi pada masyarakat. Saya ikut membantu membangun Kelompok Kerja Humaira (1998), Yayasan Peduli Pendidikan Anak Aceh untuk mendukung pendidikan anak pasca tsunami, program <em>Academic Recovery Intiative</em> untuk rehabilitasi pendidikan perguruan tinggi pasca konflik di Ambon (2004), ikut<span> </span>mendirikan Pusat Kajian Disabilitas FISIP UI (2006) dan revitaliasi Komunitas Forensik Indonesia (2007). Pada beberapa kesempatan saya ikut membangun program di Yayasan Dompet Dhuafa (2004). Lebih lanjut di bidang kemasyarakatan, saya menjabat Ketua Rukun Tetangga di dua tempat yakni di RT/RW di perumahan Bukit Cengkeh II (1996-1999) dan di RT03/09 (2005-sekarang) di Perumahan Pondok Duta II, keduanya di Depok. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span>Perlu dipertegas bahwa ada sejumlah karakter atau sosok yang diperlukan FISIP terkait dengan dua tugas utama sebagai berikut. <strong>Pertama</strong>, dekan diharapkan dapat melakukan<span> </span>konsolidasi efektif dari organisasi secara internal. Ini mencakup banyak hal. Kandidat yang diperlukan adalah yang memiliki sifat inklusif dan mampu merajut kebersamaan. Mengenai tantangan konsolidasi, perlu saya sampaikan satu hal penting. Yang menjadi penting saat ini adalah terus melakukan konsolidasi kelembagaan dalam kerangka transisi BHMN/BHP dan terus mendorong kearah pengembangan kemampuan berkarya akademik. Transisi menuju BHP dan rencana integrasi akademik serta keuangan adalah sejumlah tantangan yang ada di depan mata kita. Inilah ruang kosong yang harus kita isi. Ruang ini entah disadari atau tidak adalah ruang yang masih perlu terus kita dorong dan kembangkan. Kita harus menjalin apa yang sudah ada dengan upaya-upaya yang sinambung. Lebih inti lagi esensinya adalah pengembangan unit-unit organisasi<span> </span>yang ada di fakultas untuk berkembang dan menjalankan “Tri Dharma Perguruan Tinggi” secara lebih berkualitas. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><strong><span>Kedua</span></strong><span>, tanggung jawab membangun kontribusi kepada lingkungan eksternal fakultas. FISIP telah dan terus dituntut untuk memberikan karya-karya bagi kemajuan masyarakat. Sebagai fakultas, FISIP telah mencetak tenaga intelektual, kaum terdidik yang berkiprah langsung dalam insitutsi pemerintahan, korporasi dan masyarakat madani. Sumberdaya manusia yang handal adalah kunci bagi kemajuan bangsa. <strong>Namun, FISIP harus bergerak <em>beyond</em> dari menciptakan lulusan dan menyelengarakan wisuda. FISIP harus menjadi insititusi yang dapat menjadi <em>catalyst</em> perubahan.</strong> Boleh dikata, tidak ada sisi pembangunan manusia yang tidak disentuh oleh ilmu-ilmu sosial. Kita harus terus meningkatkan aktualisasi keilmuan kita di masyarakat. Fakultas harus siap dan dipimpin oleh <em>leader</em> yang sanggup membangun <em>engagement</em>, antara lain dengan universitas di luar negeri. Perubahan masyarakat dapat dilakukan dengan mendorong kolaborasi ilmu antara Departemen dalam fakultas dan antar disiplin ilmu antara fakultas dan juga antar universitas. FISIP harus menjadi <em>leader</em> dalam perubahan dan siap pula menjadi mitra sejajar bagi perubahan bersama institusi lain dalam masyarakat, baik di dalam maupun di luar negeri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><strong><span><span> </span></span></strong><span>Saya yakin dapat menjawab tantangan di atas, yakni untuk membawa FISIP lebih maju dari sekarang. Saya cukup berpengalaman, konsisten dan tekun dalam menekuni karier manajemen akademik selama 15 tahun terakhir. Intinya, <em>I care and I am there</em> ! Saya berharap bahwa sidang pembaca dapat diyakinkan bahwa saya mampu, mempunyai integritas dan sangat diperlukan dalam era perkembangan FISIP saat ini. <strong>Saya mencalonkan diri menjadi dekan karena saya ingin melakukan suatu yang terbaik untuk fakultas ini. Memimpin lembaga adalah panggilan tanggung jawab yang harus saya laksanakan. Memimpin dalam hal ini berarti mendorong, mengarahkan dan memastikan usaha kita memberikan hasil yang membawa manfaat buat semua, tanpa terkecuali.</strong> Terus terang saya berobsesi untuk menghadirkan gaya kepemimpinan yang berbeda serta ingin memberikan nuansa rekonsiliasi keIndonesiaan dalam kehidupan kampus kita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:28.1pt;line-height:150%;"><span>Saya yakin pada akseptabilitas dan kemampuan penetrasi personal kepada civitas akademika, khususnya para dosen dari berbagai Departemen. Selama 5 tahun terakhir, saya telah bergelut, menyelami dan berdampingan dengan civitas akademika FISIP UI membangun institusi. Selanjutnya, saya akan bergerak secara lebih intens memotivasi kawan-kawan dan mengajak mereka mau bekerja secara intens untuk fakultas. Kedekatan personal terus terang sangat penting buat saya dan menjadi modal untuk memotivasi teman-teman di kampus untuk selalu berbuat yang terbaik FISIP UI dan karir masing-masing.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span>Pemilihan dekan bulan April 2008 inilah momentum untuk melaksanakan tanggung jawab tersebut. Apa rumusan tanggung jawab tersebut ? Tanggung jawab seorang akademisi, tugas seorang yang berada dalam bagian dari sebuah universitas terkemuka di negara ini untuk menyelamatkan bangsa dari kehancuran lingkungan, kemiskinan dan disintegrasi sosial. <span> </span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bambangshergi.wordpress.com/45/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bambangshergi.wordpress.com/45/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bambangshergi.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bambangshergi.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bambangshergi.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bambangshergi.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bambangshergi.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bambangshergi.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bambangshergi.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bambangshergi.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bambangshergi.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bambangshergi.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bambangshergi.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bambangshergi.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bambangshergi.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bambangshergi.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bambangshergi.wordpress.com&amp;blog=2219436&amp;post=45&amp;subd=bambangshergi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bambangshergi.wordpress.com/2008/04/08/saya-hadir-dan-siapterus-membangun-fisip-ui/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/be4e29deed2315064eb6b276de50d439?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bambangshergi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Program Kerja Calon Dekan 2008-2012</title>
		<link>http://bambangshergi.wordpress.com/2008/04/08/program-kerja-calon-dekan-2008-2012/</link>
		<comments>http://bambangshergi.wordpress.com/2008/04/08/program-kerja-calon-dekan-2008-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 07:00:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bambangshergi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bambangshergi.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Dari uraian sebelumnya, telah tergambar seberapa besar masalah, potensi, dan isu krusial yang harus diakomodir dalam program kerja yang akan saya ajukan. Namun demikian, saya harus realistis melihat segala kemungkinan yang ada. Sesuai dengan jargon yang saya usung, yakni konsolidasi kelembagaan, prioritas program kerja tidak terfokus pada dimensi sektoral semata, melainkan lebih kepada dimensi waktunya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bambangshergi.wordpress.com&amp;blog=2219436&amp;post=42&amp;subd=bambangshergi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><!--[if gte mso 9]&amp;gt;  Normal 0     false false false  IN X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &amp;lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&amp;gt;                                                                                                                                              &amp;lt;![endif]--><span>Dari uraian sebelumnya, telah tergambar seberapa besar masalah, potensi, dan isu krusial yang harus diakomodir dalam program kerja yang akan saya ajukan. Namun demikian, saya harus realistis melihat segala kemungkinan yang ada. Sesuai dengan jargon yang saya usung, yakni konsolidasi kelembagaan, prioritas program kerja tidak terfokus pada dimensi sektoral semata, melainkan lebih kepada dimensi waktunya. Artinya, dalam melakukan konsolidasi kelembagaan saya akan berkonsentrasi pada program jangka pendek (fokus pada tahun pertama dahulu), sehingga dapat lebih memastikan tercapainya konsolidasi yang solid terlebih dahulu ( diagram 4).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span>Dengan demikian, maka program kerja saya akan paparkan di sini adalah <em>entry point</em> bagi kerangka program 2008-2012 yang memang sangat penting untuk diprioritaskan dalam tahun pertama. Berikut ini adalah program-program yang menjadi prioritas pada tahun pertama tersebut:</span><span id="more-42"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><em><span>Objective</span></em></strong><strong><span> 1 : Meningkatkan Kemampuan Akademik Staf Akademik</span></strong></p>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><span>Mendorong keanggotaan      organisasi profesional dan organisasi pendidikan internasional untuk semua      departemen ( antara 3-5 organisasi per<span> </span>Departemen).</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Pembuatan 5 modul-diktat      kuliah setiap Departemen/semester untuk kemudian ditingkatkan sebagai      modul kuliah dijital/e-learning, target khusus dosen madya.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Pembekalan staf BHMN dengan      modul terstruktur (3 hari pelatihan) dan orientasi klaster penelitian.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Dorongan kenaikan pangkat      bagi dosen madya dengan mengadakan peluang presentasi/seminar rutin di      Selo Soemardjan.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Crash program/dukungan      fakultas untuk meningkatkan rasio dosen bergelar doktor.<span> </span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Melakukan <em>talent scouting</em> di semua bidang      untuk mendorong<span> </span>mahasiswa      berprestasi dibidang<span> </span>karya kreasi      di berbagai media, intelektual dan kemasyarakatan. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Melaksanakan program Pengabdian Masyarakat Berkredit      (modifikasi KKN).</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><em><span>Objective</span></em></strong><strong><span> 2 :<span> </span>Meningkatkan Kerjasama Lembaga Eksternal</span></strong></p>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><span>Membuat MOU dengan lembaga      kajian eksternal bereputasi nasional untuk menjalankan <em>Public Lecture Series.</em></span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Penerapan Keterampilan      Komputer Wajib bagi seluruh mahasiswa.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Realisasi kerjasama dibidang      <em>double degree</em> dan pertukaran      dosen dengan universitas terkemuka di luar negeri (khususnya Washington      Univ-St Louis, Curtin Univ dan Erasmus Univ).</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Meneruskan rintisan      Kerjasama <em>Bridging Course</em> dan pendirian      <em>Indonesian Studies</em> dengan      Fakultas Ilmu Budaya.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Pemberdayaan PUSKA untuk      integrasi Riset dalam Pengajaran.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Membangun 4 klaster penelitian      Kebijakan Stratejik dan mengaktifkan <em>Core      Researcher</em> untuk pemenangan hibah terintegrasi dengan program dosen      inti untuk memenangkan hibah.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Memperluas jumlah program      penulisan buku, khususnya bagi para Guru Besar.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Mendirikan Jurnal Fakultas terakreditasi      (ada versi on-line, bi-lingual).</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Mendirikan FISIP- <em>Policy Portal</em> sebagai jalur      sosialisasi analisis kebijakan.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Menetapkan 4 orang Inter      Faculty/ inter<em>-disciplinary research      positions.</em></span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Mendukung kegiatan      Alumni-mahasiswa : 3F, FISIP UI Awards dll.</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><em><span>Objective</span></em></strong><strong><span> 3 : Membangun Sistem dan Pelayanan <span> </span>Prima</span></strong></p>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><span>Memperkuat </span><span>PPAA sebagai sentral      pelayanan akademik dan pemisahan SBA program Sarjana reguler.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Penataan Sistem dan Penerapan Arsip Digital untuk      semua program.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Persiapan penerapan ISO 8000 untuk 5 program studi      dan fakultas.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Persiapan dan penerapan Akreditasi Internasional      untuk <span> </span>seluruh Departemen.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Membangun Sekretariat Bersama, reorganisasi ruang      untuk Puska dan mengaktifkan kembali <em>Teaching      Laboratorium.</em></span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Meningkatkan honor      membimbing skripsi S1 Reguler.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Pengembangan dijitalisasi bahan ajar (<em>e –learning</em>) <span> </span>khususnya untuk MKWF dan <span> </span>untuk program Ekstensi. <span> </span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Memasang LCD di semua ruang kuliah.</span></li>
<li class="MsoNormal"><em><span>Mainstreaming <span> </span></span></em><span>kuliah umum oleh pembicara bertaraf internasional di      Pascasarjana.<em></em></span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Menyediakan insentif khusus bagi dosen yang      menyelenggarakan kuliah dengan e-learning dan menyajikan kuliah dalam      bahasa Inggris.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Membuka <em>complaint      box</em> : complaint_FISIPUI@yahoo.com.<em></em></span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Menerapkan <em>merit      system</em> dalam pemberian insentif serta penerapan disinsentif bagi      pelanggaran ketertiban (dosen dan karyawan).</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Merevisi pola pembiayaan Haji bagi karyawan.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Penetapan dan sosialisasi <em>Faculty </em>Manual untuk dosen dan rekrutment dosen.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Unit Pelatihan karyawan.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Membangun unit bantuan uang kemalangan bagi dosen dan      karyawan. </span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal"><strong><span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><em><span>Objective</span></em></strong><strong><span> 4 :<span> </span>Peningkatan Keunggulan, Inklusifitas, Prestasi dan Pencitraan</span></strong></p>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><span>Pembuatan dan      pengorganisasian <em>marketing set</em>/bahan      display permanen untuk Fakultas, Program Studi dan Departemen.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Pelaksanaan lomba-lomba      karya kesenian/seni lukis, fotografi/olah raga/lomba debat, <em>Master Ceremony, mini United Nations </em>dan<em> </em>Mini Kabinet. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Pokja <em>Civic education</em> : <em>Global      Awareness</em> untuk Bangsa Indonesia.</span></li>
<li class="MsoNormal"><em><span>Soft skills</span></em><span> untuk mahasiswa: rintisan      laboratorium 3 bahasa (Mandarin, Inggris, Arab) kewirausahaan dan persyaratan      melek komputer.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Pengembangan mata kuliah Pengabdian Masyarakat      berkredit.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Alumni <em>Prestigious      and Community Lecture</em> series.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Mengembangkan dukungan manajerial bagi Televisi      Universitas Indonesia dan Radio FISIP sebagai lembaga penyiaran komunitas.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Rintisan <em>Resource      Center</em> untuk aksesibilitas studi untuk warga dengan disabilitas.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Pemeliharaan dan penambahan sarana fisik, PC Publik,      taman-penghijauan serta pengelolaan kampus ramah lingkungan (<em>less paper, less waste</em>). </span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><em><span>Objective</span></em></strong><strong><span> </span></strong><strong><span>5 : Penguatan Sistem Dukungan Manajerial Fakultas</span></strong></p>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><span>Melaksanakan pertemuan bulanan<span> </span>dengan Departemen, Raker Fakultas (      Akademik,<span> </span>Keuangan-RKAT 2009 dan      Bidang Penelitian).</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Revitalisasi unit-unit usaha tingkat fakultas (Makara      Travel, Broadcasting Center, Koperasi<span> </span>FISIP UI).</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Pengembangan fungsi dukungan IT untuk fungsi layanan      jaringan di seluruh program.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Pengembangan unit dukungan manajemen hibah terpusat      di fakultas. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Pembuatan agenda/kalender kegiatan tahunan.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Melaksanakan pertemuan Kamis sore sebulan sekali (Bajigur      bersama) untuk dosen, karyawan dan mahasiswa.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Layanan informasi/informasi kebijakan lewat SMS bagi      Pimpinan, Karyawan dan Mahasiswa.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Memantau dan mengevaluasi manfaat program asuransi      kesehatan pegawai dan dosen.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Dibentuknya unit layanan <em>car pool</em> fakultas dengan fasilitas mobil dan supir.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Mengembangkan kerjasama dibidang MICE dari program D3      Pariwisata, D3 Penyiaran, D3 Sekretari untuk mendukung fungsi promosi      Fakultas.</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span>Selain program yang merupakan <em>the big push</em> sebagai konsentrasi program kerja tahun pertama di atas, ada pula program-program tematik unggulan (yang diantaranya berkaitan dengan bidang atau unit kerja fakultas yang telah ada, dan juga agenda rektorat UI), yang dapat mendukung keberlanjutan prioritas di atas. </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bambangshergi.wordpress.com/42/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bambangshergi.wordpress.com/42/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bambangshergi.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bambangshergi.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bambangshergi.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bambangshergi.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bambangshergi.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bambangshergi.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bambangshergi.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bambangshergi.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bambangshergi.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bambangshergi.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bambangshergi.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bambangshergi.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bambangshergi.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bambangshergi.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bambangshergi.wordpress.com&amp;blog=2219436&amp;post=42&amp;subd=bambangshergi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bambangshergi.wordpress.com/2008/04/08/program-kerja-calon-dekan-2008-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/be4e29deed2315064eb6b276de50d439?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bambangshergi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Visi dan Misi Calon Dekan 2008-2012</title>
		<link>http://bambangshergi.wordpress.com/2008/04/08/visi-dan-misi-calon-dekan-2008-2012/</link>
		<comments>http://bambangshergi.wordpress.com/2008/04/08/visi-dan-misi-calon-dekan-2008-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 06:58:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bambangshergi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bambangshergi.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai muara dari analisis situasi dan perspektif saya tentang kemajuan FISIP UI di masa mendatang, maka saya merumuskan visi sebagai berikut: “Menjadi fakultas ilmu sosial dan ilmu politik yang memiliki reputasi riset dan pengajaran 5 terbaik di Asia Tenggara, serta mampu memperluas kontribusi ilmu-ilmu sosial bagi pemulihan krisis dan pengembangan modal kebangsaan Indonesia” Untuk mencapai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bambangshergi.wordpress.com&amp;blog=2219436&amp;post=40&amp;subd=bambangshergi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><!--[if gte mso 9]&amp;gt;  Normal 0     false false false  IN X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &amp;lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&amp;gt;                                                                                                                                              &amp;lt;![endif]--> <span>Sebagai muara dari analisis situasi dan perspektif saya tentang kemajuan FISIP UI di masa mendatang, maka saya merumuskan visi sebagai berikut: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span>“Menjadi fakultas ilmu sosial dan ilmu politik yang memiliki reputasi riset dan pengajaran 5 terbaik di Asia Tenggara, serta mampu memperluas kontribusi ilmu-ilmu sosial bagi pemulihan krisis dan pengembangan modal<span> </span>kebangsaan Indonesia”</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span>Untuk mencapai visi tersebut, maka misi kepemimpinan yang akan saya lakukan adalah menggerakkan institusi ini dalam</span><span id="more-40"></span><span> koridor perbaikan sistem secara menyeluruh untuk mencapai peningkatan kualitas pengajaran, pengabdian masyarakat dan penelitian. Ada sejumlah wilayah inti yang menjadi sumbu kegiatan. Ada sejumlah <em>entry point</em> yang saya rasa akan jalankan untuk membangun mesin perubahan yang diinginkan bersama. Saya mencoba menggambarkan suatu strategi umum. Intinya, saya memberikan gambaran makro dan menjelaskan interaksi berbagai komponen penting yang tertera. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:28.1pt;line-height:150%;"><span>Jika ditanya apa inti program kepemimpinan saya maka saya akan menyebut lima bidang kegiatan pokok. Ke lima bidang pokok ini akan memperoleh penjabarannya pada bagian yang lain. Inti dan pokoknya ada 5 bagian kerja sebagai berikut :</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Membangun potensi dan kerjasama kelembagaan</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Membangun<span> </span>potensi individu      staf pengajar untuk menghasilkan karya akademik</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Membangun profesionalisme pelayanan dan layanan prima</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Membangun unggulan, prestasi dan Pencitraan </span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Peningkatan kemampuan kesekretariatan Fakultas.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span>Ke lima elemen wilayah prioritas<span> </span>ini digambarkan sebagai berikut : </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><!--[if gte mso 9]&amp;gt;  Normal 0     false false false  IN X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &amp;lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&amp;gt;                                                                                                                                              &amp;lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span>Diagram </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span>5 Wilayah Kerja Prioritas FISIP UI</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><a href="http://bambangshergi.files.wordpress.com/2008/04/graphic1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-41" style="vertical-align:middle;" src="http://bambangshergi.files.wordpress.com/2008/04/graphic1.jpg?w=500&#038;h=390" alt="" width="500" height="390" /></a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bambangshergi.wordpress.com/40/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bambangshergi.wordpress.com/40/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bambangshergi.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bambangshergi.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bambangshergi.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bambangshergi.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bambangshergi.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bambangshergi.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bambangshergi.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bambangshergi.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bambangshergi.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bambangshergi.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bambangshergi.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bambangshergi.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bambangshergi.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bambangshergi.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bambangshergi.wordpress.com&amp;blog=2219436&amp;post=40&amp;subd=bambangshergi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bambangshergi.wordpress.com/2008/04/08/visi-dan-misi-calon-dekan-2008-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/be4e29deed2315064eb6b276de50d439?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bambangshergi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bambangshergi.files.wordpress.com/2008/04/graphic1.jpg?w=500" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>FISIP Menjawab tantangan “Research Without Walls”</title>
		<link>http://bambangshergi.wordpress.com/2008/04/08/fisip-menjawab-tantangan-%e2%80%9cresearch-without-walls%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://bambangshergi.wordpress.com/2008/04/08/fisip-menjawab-tantangan-%e2%80%9cresearch-without-walls%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 06:40:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bambangshergi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bambangshergi.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Untuk mendekati persoalan FISIP, kita harus mulai dari perspektif yang sedikit makro sifatnya. Kita perlu bertanya, apa peran dan potensi apa yang dimiliki? Apa sebenarnya kelemahan ilmu pengetahuan yang ada di Indonesia saat ini? Pertama, saya akan jawab, kelemahannya ada pada tidak terkaitnya ilmu pengetahuan dengan masalah bangsa. Maksudnya? Ilmu pengetahuan kita tidak connect. Masalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bambangshergi.wordpress.com&amp;blog=2219436&amp;post=39&amp;subd=bambangshergi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:28.1pt;line-height:150%;"><!--[if !mso]&amp;gt;--><span>Untuk mendekati persoalan FISIP, kita harus mulai dari perspektif yang sedikit makro sifatnya. Kita perlu bertanya, apa peran dan potensi apa yang dimiliki? Apa sebenarnya kelemahan ilmu pengetahuan yang ada di Indonesia saat ini? Pertama, saya akan jawab, kelemahannya ada pada tidak terkaitnya ilmu pengetahuan dengan masalah bangsa. Maksudnya? Ilmu pengetahuan kita tidak <em>connect</em>. Masalah atau tantangan bangsa yang harus dijawab ilmu pengetahuan adalah pertama bagaimana meningkatkan karya inovasi bangsa yang dapat dipergunakan dan dapat memberikan nilai tambah bagi ekonomi dan kualitas hidup masyarakat dan yang kedua bagaimana membangun kapital sosial atau kebudayaan (termasuk kelembagaan dan sumberdaya manusia) yang diperlukan untuk mencapai kemajuan ekonomi dan kemanusiaan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span>Kedua unsur yang baru disebut tentunya tidak terpisah. Kedua unsur tersebut, yakni inovasi dan kematangan kelembagaan sangat bertautan.</span><span id="more-39"></span><span> Tidak ada inovasi bila tidak ada kekuatan budaya. Sebaliknya, kebudayaan yang unggul bila dinafikan keberadaannya oleh tujuan ekonomi pragmatis, maka ia akan hancur dengan sendirinya. Inovasi dan keberadaan kelembagaan pemerintah dan swasta yang kuat sangat ditentukan oleh seberapa kuat perguruan tingginya.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span>Dalam pandangan saya, perguruan tinggi saat ini terjebak dalam tiga jurang yang dalam. Tiga situasi berbahaya itu adalah sebagai berikut :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span>Pertama</span></em></strong><em><span> </span></em><span>adalah orientasi kurikulum kita yang sangat mono-disiplin. Sekat keilmuan kita sangat ketat. Sayang sekali saat ini setiap cabang ilmu seakan enggan berinteraksi dengan disiplin ilmu lain. Cermin situasinya seakan berkata, ”ini warungku mana warungmu”. Maksudnya sesama warung jangan saling bersinggungan. ”Jangan saling menggangu nafkah dan rejeki masing masing”, begitulah kira-kira keadaannya. Nuansa psikologis ini bisa lebih parah adanya, ketika satu disiplin ilmu bahkan menganggap disiplin lain dengan sebelah mata.<a name="_ftnref1" href="#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Misalnya dengan melihatnya aneh, tidak penting dan tidak berkenaan dengan disiplin ilmuku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span>Kedua</span></em></strong><em><span> </span></em><span>tidak berorientasi pemecahan masalah. Kurikulum kita cenderung hilang fokus karena tidak cukup waktu untuk mengolah suatu kerangka strategi pemecahan masalah secara terintegrasi. Yang terjadi adalah bahwa kurikulum kita menjadi terobsesi dengan persoalan detil isi pengajaran, tapi kehilangan orientasi pemacahaman masalah, khususnya yang bersifat makro dan nasional. Demikian sibuknya kita mengajar kuliah sebanyak mungkin dan<span> </span>sibuknya kita mencetak sarjana, akhirnya kita lupa untuk memikirkan pemecahan solusi bangsa.<a name="_ftnref2" href="#_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Kita terjebak pada pengajaran saja. Kuliah ’teng’ selesai, pulang ke rumah. <em>Ga nyalahin sih</em>. Maklum kita semua punya banyak urusan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span>Ketiga</span></em></strong><span> tidak berwawasan ruang (<em>space</em>). Lulusan kita tidak diperkenalkan pada konteks wilayah atau daerah, mereka hanya dibekali dengan pemahaman konseptual yang tidak menjejak dengan kenyataan. Perspektif ilmu yang dikembangkan kita selama ini tidak cukup menuntun kita untuk mengenal kondisi Indonesia Timur, misalnya. Komposisi mahasiswa Sarjana Satu (S1) kita juga tidak mencerminkan perwakilan daerah dan budaya yang memungkinkan kita lebih mengenal daerah-daerah di negeri kita. Kita tidak seperti orang Singapura yang konsisten mengembangkan pengetahuan regional ASEAN-Asia dan lintas lingkaran yang menjangkau kawasan dunia, dimana negaranya menjadi sentral kekuatan keuangan dunia. Saya kira mestinya, dimensi kewilayahan, khususnya yang strategik, harus masuk dalam perhatian kita semua. Daerah perbatasan, daerah pertambangan utama, daerah isolasi dan daerah pusat pertumbuhan harusnya lebih sering dibicarakan secara holistik dan menjadi salah satu kompetensi lulusan pendidikan FISIP UI. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:150%;"><span>Syukur-syukur wawasan kewilayahan ini bisa mencakup wawasan geo-politik Indonesia, Malaysia/Singapura (minimal), ASEAN dan seterusnya Asia-Australia. Mungkin kritik ini lebih pas untuk pendidikan pascasarjana, dimana seharusnya mahasiswa dapat diberikan perpektif yang holistik sehingga mampu berfikir integratif. Untuk kepentingan ini, sangatlah ideal bila program pasca sarjana kita dapat menyisipkan <strong>persepsi masalah kewilayahan</strong>.<a name="_ftnref3" href="#_ftn3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span> </span>Menurut saya, kurikulum pada tingkat pasca sarjana seharusnya menyisipkan sedikit wawasan kewilayahan dan memiliki simulasi pembangunan wilayah yang terintegrasi. Disinilah letak keunggulan dari pendidikan pascasarjana di Universitas Indonesia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:150%;"><span>Terkait dengan studi wilayah, teringat pertemuan saya dengan Wakil Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Desember 2007. Dalam diskusi yang panjang, beliau mengharapkan lebih banyak peneliti Indonesia dapat memberikan perhatian terhadap masalah Indonesia Malaysia. Banyak sekali potensi yang dapat dikembangkan untuk kajian terkait dengan masalah bilateral dan juga di sekitar pembentukan masyarakat ASEAN di kemudian hari.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span><span> </span>Intinya, kita semua perlu menyadari bahwa perguruan tinggi tidak boleh berhenti sekedar menghasilkan wisudawan. Artinya, tugas perguruan tinggi bukanlah sekedar mengajar dan menghasilkan lulusan. Perguruan tinggi diharapkan menemukan solusi, menciptakan keunggulan dan turut membangun kekuatan masyarakat untuk memecahkan masalahnya sendiri. Penelitian, adalah salah satu cara untuk memecahkan masalah bangsa. Memang itu peran kita, peran perguruan tinggi. Sebuah universitas riset diciptakan untuk menghasilkan buah karya unggulan, kalau tidak menggunakan kata ’mahakarya’. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:28.1pt;line-height:150%;"><span>Sebuah karya monumental datang hanya akan datang dari keleluasaan berfikir yang dibangun dengan ransangan beragam dimensi. Kemampuan manusia ada di situ, mengolah dan mengintepretasi, merasakan serta termotivasi dari interaksinya dengan alam sekitarnya. Suasana interaksi untuk mendorong karya akademik inilah yang harus diciptakan bersama. Tiga unsur yang disebut di awal tulisan, yakni dimensi interdisiplin, dimensi permasalahan holisitik dan wawasan ruang adalah unsur-unsur yang perlu kita masukkan dalam ruang lingkup kegiatan akademik kita bersama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:28.1pt;line-height:150%;"><span>Untuk mengolah lebih lanjut, saya mengajak kita berfikir lebih imajinatif lagi. Untuk mendeskripsikan bentangan ilmu yang ada saat ini saya mencoba membuat empat buah kuadran dibangun dari dua aksis, yakni aksis wawasan kewilayahan dan aksis rentang kerjasama antar bidang ilmu (diagram 1). Dalam pandangan saya, disiplin ilmu yang ada di FISIP UI harusnya beranjak dari kuadran 1 menjadi 3. Artinya minimal, penguasaan substansi ilmunya mampu menjangkau kerjasama antar disiplin ilmu lain dan mampu menjangkau isu yang bersifat nasional. Lebih ideal bila ruang gerak ilmu bergeser ke arah hal-hal yang bersifat internasional (kuadran 2 dan 4). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span>Artinya, mahasiswa dapat menguasai isu-isu pembangunan nasional dengan kerangka berfikir global. Bagi saya pemahaman situasi global sangatlah penting dan tidak terlepas dari pentingnya kita menguasai elemen regional (pemahaman kawasan) yang langsung maupun tidak langsung mempengaruhi kinerja pembangunan bangsa kita. Saya teringat kata-kata yang berbunyi ”<em>globalization can be the cause of the problems, but it can also be the solution to the problems</em>”. Artinya, sangat mungkin bagi kita mencarikan berbagai solusi dengan menggunakan mekanisme global, dengan syarat kita sebagai bangsa cukup cerdik dan berusaha keras menunjukkan betapa kita semua dapat bersatu dan betul-betul berniat bekerjasama unntuk memecahkan masalah bangsa ini, kini dan di kemudian hari.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span>Diagram 1.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span>Kuadran Pengembangan Perspektif Integrasi Ilmu</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span>sebagai Basis Kerjasama Multi-disiplin</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span><span> </span><span> </span></span><span style="font-size:10pt;line-height:150%;"><span> </span><span> </span><strong>Perspektif<span> </span>Nasional</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><!--[if gte vml 1]&amp;gt;--></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal"><span>Kualitas I</span></p>
</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal"><span>Kualitas II</span></p>
</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal"><span>Kualitas III</span></p>
</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal"><span>Kualitas IV</span></p>
</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><!--[if !vml]--><span style="position:absolute;z-index:251654656;margin-left:136px;margin-top:8px;width:325px;height:315px;"><img src="http://bambangshergi.wordpress.com/Users/ARWAH/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image001.gif" alt="" width="325" height="315" /></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;line-height:150%;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;"> </span></p>
<h3><span><span> </span>Mono-disiplin/<span> </span><span> </span>Multi/Trans Disiplin/</span></h3>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;"><span> </span>Mono-Profesi<span> </span>Multi-Profesi<span> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;"><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><strong>Perspektif Internasional/Global<span> </span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span> </span></span><span style="font-size:10pt;">Keterangan :<span> </span>Wilayah kajian/riset dan kerjasama multidisiplin<span> </span>untuk<span> </span>isu </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:144pt;"><span style="font-size:10pt;"><span> </span>strategik kebangsaan : <em>human security</em>, masalah TKI,<span> </span><em>poverty</em> dll<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:28.1pt;line-height:150%;"><span>Dalam konteks ini, saya memandang memang sudah saatnya hasil riset menjadi sumber pembelajaran yang dominan. Sejumlah Puska harus menjadi sentral pembelajaran yang mampu menyediakan bahan pengajaran yang bersifat komplementer dari proses pengajaran yang berlangsung dalam kelas. Pembelajaran yang ideal dalam hal ini, mempunyai tahapan yang bersifat integratif-analitis, yakni analisis multi-displin yang berfokus pada pemecahan masalah pembangunan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:28.1pt;line-height:150%;"><span>Adalah penting bagi kita untuk mengupayakan agar mahasiswa kita mampu berfikir secara integratif, artinya menimbang dan menyertakan sumbangan keahlian dan analisis yang akhirnya mampu memberikan solusi yang saling bersinergi dan berperan secara proporsional. Pemikiran yang harus ditinggalkan adalah cara berfikir yang mono disiplin dan disiplin <em>chauvinistic</em> yang mana berpretensi bahwa hanya disiplin ilmunyalah yang paling berperan, paling berpengaruh dan paling benar. Cara berfikir beginilah yang salah dan harus ditinggalkan. Bukankah cara berfikir yang terkotak-kotak inilah yang membuat banyak masalah disekitar kita berlama-lama bertahan dan terus berkembang lebih parah?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:28.1pt;line-height:150%;"><span>Ada satu pandangan penting yang perlu disampaikan terkait dengan integrasi ilmu. Sebenarnya, dan tanpa disadari bahwa bidang ilmu lain juga menanti sumbangsih ilmu sosial untuk memecahkan beragam masalah dalam masyarakat. Tema besar terkait dengan upaya ketahanan industri misalnya, bagaimana mengatasi kesenjangan digital, bagaimana membangun ekonomi daerah terpencil dan contoh lain, semuanya membutuhkan sentuhan ilmu-ilmu sosial. Penanganan flu burung, demam berdarah, AIDS dan lainnya memerlukan bantuan disiplin ilmu komunikasi, sosiologi dan kesejahteraan sosial. Ketahanan industri kita memerlukan analisis dan program pemberdayaan institusi yang memerlukan. Intinya mari kita keroyok rame-rame, mari kita semua memberi makna ilmu kepada masyarakat ini. Kapan lagi dan siapa<span> </span>lagi kalau bukan oleh kita semua yang ada di perguruan tinggi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:28.1pt;line-height:150%;"><span>Tentunya tidak semua tahapan pendidikan di berbagai jenjang pendidikan harus<span> </span>bersifat kolaboratif. Puska dapat menjadi pusat pembelajaran dalam salah satu kuliah atau bidang pendalaman yang berlangsung dalam format simulasi kebijakan, semacam laboratorium kebijakan yang memberikan pengalaman. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:28.1pt;line-height:150%;"><span>Kita semua harus berfikir dan menetapkan masalah prioritas apa yang akan menjadi unggulan fisip. Hal ini terkait dengan kebijakan universitas yang menetapkan <em>policy studies</em> sebagai salah satu <em>frontier science</em> yang harus dikembangkan. Saat ini saya melihat potensi bidang kajian konflik, <em>governance</em> dan studi globalisasi. Untuk itu puska yang dapat berperan adalah antara<span> </span>lain :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span>Ceric </span></strong><span><span> </span><span> </span>: studi integrasi sosial dan pencegahan konflik</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span>Pacifis<span> </span></span></strong><span><span> </span>: mendorong <em><span> </span></em>penguatan dan peran serta civil society</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:115.5pt;text-align:justify;text-indent:-115.5pt;line-height:150%;"><strong><span>Ceacos <span> </span><span> </span></span></strong><span>: memberikan pemahaman tantangan peluang globalisasi, regionalisme <span> </span>dan kajian wilayah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:115.5pt;text-align:justify;text-indent:-115.5pt;line-height:150%;"><strong><span>Puska Departemen</span></strong><span><span> </span>: sebagai <em>teaching lab</em> dan laboratorium pembangunan dengan olahan kajian tematik </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:28.1pt;line-height:150%;"><span>Pusat-pusat kajian di FISIP akan mempunyai peran yang penting, sedangkan puska departmen di masa yang akan datang perlu diarahkan untuk memperkuat <em>teaching laboratorium</em> untuk pendidikan Sarjana Satu. Terkait dengan upaya kita untuk membangun laboratorium kebijakan, maka perlu disebut hadirnya <em>World Bank Corner</em>. Sudut informasi pembangunan internasional ini akan diresmikan pada bulan Agustus 2009 bersamaan renovasi dan perluasan ruang di lantai dasar MBRC. Kelengkapan <em>teaching resources</em> di lingkungan FISIP akan membuka kesempatan bagi kita semua untuk membangun kajian dan pengajaran yang dengan tema yang lebih luas dan mendalam serta memperkuat pengajaran yang berbasis riset. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:28.1pt;line-height:150%;"><span>Sosialisasi kajian kepada publik juga merupakan hal yang penting. Opini intelektual, analisis dan pandanan resmi kelembagaan FISIP penting dihadirkan kepada publik. Untuk itulah kiranya penting bagi kita untuk berfikir tentang adanya <em>Policy Portal</em> FISIP UI. Unit kerja ini adalah wahana komunikasi publik untuk pemikiran dan kebijakan dari FISIP UI. Portal ini akan memuat analisis, rekomendasi kebijakan dan memberikan statement kebijakan secara periodik kepada publik. Disinilah ilmu kita ditantang, atmosfir akademik dan profesionalisme diuji. Sebuah tim redaksi yang kuat harus hadir untuk menjalankannya. Sebuah jurnal fakultas berbahasa Inggris dapat menjadi komponen penting disini. Melalui portal ini semua puska dapat berkumpul dan memberikan representasi keilmuannya dengan leluasa kepada masyarakat. Media virtual adalah wahana tanpa batas. <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:28.1pt;line-height:150%;"><span>Tantangan di atas memang perlu kita cerna bersama. Yang jelas, untuk menjadi Universitas yang <em>noted, </em><span> </span>tentunya kita dapat berikhtiar dalam banyak hal.<span> </span>Inti dari perguruan tinggi adalah manajemen dan reproduksi ilmu. Ilmu harus tumbuh dan berkembang, bukan hanya untuk dialihkan. Dengan kecenderungan untuk konvergensi ilmu-ilmu saat ini, kiranya kita perlu membuat terobosan yang andal dalam cara kita menyelenggarakan pendidikan. Nampaknya, saat ini tidak pantas kita untuk tetap memelihara benteng ilmu dari masing disiplin di Departemen.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:28.1pt;line-height:150%;"><span>Saat ini kita perlu melakukan lebih banyak kolaborasi antar ilmu untuk memecahkan persoalan konkrit yang dihadapi bangsa. Selain kita perlu terus mencabar relevansi ilmu dengan masalah, kita perlu untuk berlatih untuk bekerjasama dengan disiplin dan profesi yang berbeda-beda. Sebut saja untuk masalah pengembangan demokrasi, <em>good governance</em>, <em>global environment sustainability</em>, otonomi daerah, identitas kebangsaan, <em>corporate citizenship</em>, penanggulangan konflik, <em>human security</em>, kesejahteraan dll. Perlu juga diberi tekanan disini, bahwa nilai unggul juga harus dipadankan dengan nilai sumbangsih kebangsaan. Artinya, kita bisa saja unggul ilmu tapi tidak bermanfaat terhadap persoalan bangsa. Internasionalisasi dan segala konsekuensi teknisnya perlu tetap kita letakkan dalam kerangka memberikan <em>content </em>internasional untuk memecahkan persoalan bangsa yang kian rumit dan mendalam saat ini. Ingat, Indonesia harus <em>survive</em> dalam era globalisasi ini. Saya teringat kutipan Jeff Sachs (2008) yang mengingatkan tantang regional sebagai berikut : “<em>with well over half the world’s population, fast growing Asia will also become the center of gravity of the world economy</em>”. Indonesia adalah bagian penting dari Asia, bahkan dunia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span>Kurikulum dan kelembagaan FISIP kedepan harus memungkinkan kita semua untuk bergelut secara ilmiah baik dalam konteks mono disiplin tetapi juga mampu berkolaborasi antar ilmu. Pada tataran yang lain, perspektif kita juga harus melintas dari sekedar persepektif nasional tetapi juga peka terhadap ancaman dan peluang global. Inilah kualitas lulusan Universitas Indonesia yang kita inginkan saat ini.</span></p>
<div><!--[if !supportFootnotes]--></p>
<hr size="1" /><!--[endif]--></p>
<div id="ftn1">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;"><a name="_ftn1" href="#_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span> Padahal jika mengacu pada Evers &amp; Gerke (2006), ilmu pengetahuan yang terangkum dalam kurikulum haruslah memiliki nilai strategis yang dapat menghubungkan ilmu itu dengan jaringan sosial yang lebih luas. <em>Experts who have knowledge become a strategic group. Strategic group then implement a strategy of securing the resources on a longtime basis and ensure that appropriate social, political and economic environment is created. </em></span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
</div>
<div id="ftn2">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;"><a name="_ftn2" href="#_ftnref2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span> Peter M. Senge (2000), mengemukakan pertanyaan yang penting untuk lembaga pendidikan tinggi: “<em>Are we preparing students for the future they will live or the past we have lived through</em>?”. Pertanyaan ini tentunya dapat menyadarkan kita tentang filosofi mendasar dari keberadaan pendidikan tinggi itu sendiri, yakni menjamin kemanfaatan ilmu bagi individu yang dididik sehingga nilai kemanfaatan itu dapat meluas kepada orang lain melalui kiprah individu-individu tersebut di tengah masyarakat.</span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
</div>
<div id="ftn3">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;"><a name="_ftn3" href="#_ftnref3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span> Mengenai persepsi kewilayahan ini dapat mengacu lebih jauh pada John Agnew (1998),<em> GeoPolitics: Re-visioning World Politics</em>. Agnew menguraikan pentingnya pemahaman kewilayahan sebagai pelengkap dari perspektif dan praktek globalisasi yang semakin meluas. Setiap aktor dalam proses globalisasi tidak hanya harus bersiap untuk kondisi tanpa batas (<em>borderless</em>), tetapi juga harus mampu memahami kondisi spesifik di teritori tertentu dalam keadaan tanpa batas tersebut. Artinya dimensi ekonomi yang sangat dominan dalam kerangka globalisasi, haruslah diimbangi dengan kenyataan bahwa dimensi politik berupa kepentingan-kepentingan yang merepresentasi entitas teritorial yang tergilas oleh globalisasi justru akan terus menyertai dalam proses globalisasi itu sendiri. </span></p>
</div>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bambangshergi.wordpress.com/39/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bambangshergi.wordpress.com/39/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bambangshergi.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bambangshergi.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bambangshergi.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bambangshergi.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bambangshergi.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bambangshergi.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bambangshergi.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bambangshergi.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bambangshergi.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bambangshergi.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bambangshergi.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bambangshergi.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bambangshergi.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bambangshergi.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bambangshergi.wordpress.com&amp;blog=2219436&amp;post=39&amp;subd=bambangshergi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bambangshergi.wordpress.com/2008/04/08/fisip-menjawab-tantangan-%e2%80%9cresearch-without-walls%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/be4e29deed2315064eb6b276de50d439?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bambangshergi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bambangshergi.wordpress.com/Users/ARWAH/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image001.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Caring Leadership untuk Konsolidasi Kelembagaan</title>
		<link>http://bambangshergi.wordpress.com/2008/04/08/caring-leadership-untuk-konsolidasi-kelembagaan/</link>
		<comments>http://bambangshergi.wordpress.com/2008/04/08/caring-leadership-untuk-konsolidasi-kelembagaan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 06:34:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bambangshergi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bambangshergi.wordpress.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Konsolidasi kelembagaan adalah tema utama yang diusung dalam program kerja saya. Apa yang dimaksud dan mengapa tema ini yang saya usul dan gemakan kepada khalayak FISIP UI. Pertama-tama perlu disampaikan bahwa konsolidasi kelembagaan adalah sebuah natural progression atau irama alamiah yang bersambut dari pencapaian dari kepemimpinan Dekan FISIP sebelum ini. Konsolidasi kelembagaan adalah kesatuan dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bambangshergi.wordpress.com&amp;blog=2219436&amp;post=38&amp;subd=bambangshergi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><!--[if gte mso 9]&amp;gt;  Normal 0     false false false  IN X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &amp;lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&amp;gt;                                                                                                                                              &amp;lt;![endif]--> <span>Konsolidasi kelembagaan adalah tema utama yang diusung dalam program kerja saya. Apa yang dimaksud dan mengapa tema ini yang saya usul dan gemakan kepada khalayak FISIP UI. Pertama-tama perlu disampaikan bahwa konsolidasi kelembagaan adalah sebuah <em>natural progression</em> atau irama alamiah yang bersambut dari pencapaian dari kepemimpinan Dekan FISIP sebelum ini. Konsolidasi kelembagaan adalah kesatuan dari seluruh upaya membangun karakter, potensi dan arah bersama. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Konsolidasi kelembagaan mencakup pengaturan kembali tata kerja, hubungan elemen dan sinergi dari masing-masing komponen.</span><span id="more-38"></span><span> Ada unsur kesinambungan yang tersirat dalam pilihan konsolidasi dengan perubahan yang berkesinambungan. Bilamana ada proses <em>growth</em>, maka konsolidasi bermakna <em>maturation</em>, kematangan untuk kesinambungan. Momentum yang harus dijaga adalah bagaimana mengisi infrastruktur akademik yang sangat baik dan berkualitas yang telah terbangun saat ini. Konsolidasi mengandung makna revitalisasi, mengisi, memberikan arahan dan mensinergikan seluruh kemampuan intelektual dan idealisme yang dimiliki oleh warga fakultas ini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Disinilah kiranya fakultas terus dan semakin memerlukan <em>leadership</em> yang sifatnya mengayomi, konsultatif dan memberdayakan semua unsur yang ada di dalamnya. Ke depan tentunya tantangan fakultas akan semakin besar. Disinilah karakter <em>caring </em>menjadi penting. Sifat <em>caring </em>dan memperhatikan secara adil kepada semua unsur adalah karakter kepemimpinan saya. Fakultas memerlukan orang yang mau dan mampu menyelami dan menjadi motivator dan penggerak perubahan dari dalam. Intinya adalah kepemimpinan yang<span> </span>dapat menjangkau pada tataran personal yang mampu memberikan dorongan untuk bekerja dalam sistem dan koridor gagasan kemajuan yang dicanangkan oleh FISIP UI. Bukankah ini esensi dari <em>learning organization</em>? Saya kira memang demikian, suatu manajemen yang berintikan kemampuan berkomunikasi, dorongan komunikasi yang kuat yang berintikan <em>leadership</em> yang inspiratif dan dipercaya (amanah). Bagi saya kepemimpinan adalah jangkar, namun bukanlah jangkar yang diam. Dia bergerak sejalan dengan kemajuan yang dicapai. Dia kokoh menjadi basis bagi seluruh elemen untuk bergerak secara dinamis, mencari peluang kemajuan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Saya melihat bahwa inti dari perubahan yang diperlukan oleh fakultas adalah penataan organisasi. Inilah jawaban dari kebutuhan kesinambungan kepemimpinan yang dibutuhkan fakultas saat ini. Penataan organisasi, penataan organisasi dan sekali lagi penataan organisasi. Itulah jawabannya. Apa saja bidang yang ditata kembali ? Marilah kita ikuti sebagian dari sasaran yang akan ditetapkan <span> </span>sebagai berikut :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:51pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>1.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span>Pelembagaan penghargaan berdasarkan kontribusi dan prestasi. Fakultas akan merumuskan pola insentif bagi dosen, karyawan dan mahasiswa yang memberikan upaya dan hasil pencapaian yang lebih dari rata-rata civitas akademika. Intinya, kesejahteraan harus berkeadilan, bukan sekedar pemerataan. Inilah langkah pertama untuk membangun atmosfir kerja yang mengedepankan mutu, prestasi dan keadilan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:51pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>2.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span>Reoganisasi dan memberdayakan semua unsur kegiatan penelitian/PUSKA ; yang menyangkut peran, fungsi sekretariat dan hubungan kerja dengan unsur eksternal fakultas. Klaster penelitian akan dibangun dan menjadikan FISIP menjadi <em>hub</em> (pangkal) bagi kerjasama internasional bagi kerjasama interdisiplin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:51pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>3.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span>Pengembangan kapasitas kesekretariatan fakultas yang mampu menjadi penopang Departemen dalam melaksanakan fungsi akreditasi, pemenangan hibah kompetitif, menopang manajemen teknis hibah, kerjasama internasional dan kesekretariatan yang dapat membangun agenda kegiatan fakultas yang kuat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:51pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>4.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span>Dorongan untuk berbagai kegiatan apresiasi bakat dan prestasi yang dimungkinkan dengan kegiatan <em>talent scouting</em> dan pengembangan atmosfir kompetisi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:51pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>5.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span>Pengembangan sistem pelayanan sumberdaya manusia yang lebih agresif untuk mengelola <em>data base</em> dosen, mengurus kenaikan pangkat, membangun potensi pegawai BHMN dan memastikan beasiswa yang saat ini melimpah dapat diserap oleh para mahasiswa dan alumni. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:51pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>6.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span>Memastikan kejelasan mekanisme dan tatacara kerja organisasi fakultas. Fakultas harus memberlakukan <em>Faculty Manual</em> yang akan memberikan pedoman kerja dan indikator pencapaian yang dipersyaratkan sebagai seorang dosen. Fakultas juga akan membangun serangkaian pedoman tatalaksana kerja di dalam Fakultas, termasuk ketentuan pemilihan jabatan struktural, pola rekrutmen dosen baru, peran Ketua Departemen yang diperbaharui dll.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:51pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>7.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span>Peningkatan peran komunikasi dan konsolidasi bagi transisi fakultas di dalam kerangka integrasi manajemen akademik dan keuangan Universitas. Ini bukanlah persoalan yang mudah, mengingat persoalan kelembagaan, sumberdaya manusia dan aset program.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:51pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>8.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span>Pengorganisasian kesejahteraan jangka panjang<span> </span>(berbasis kontribusi) dan bantuan kemalangan (berbasis kesukarelaan iuran civitas akademika dan alumni).</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Dalam menjalankan ke delapan pokok di atas, saya akan bersifat memberdayakan. Sekali lagi, memberdayakan! Mudahnya, saya akan menjalankan peran sebagai pemain gelandang (<em>mid field</em>), bukan <em>striker</em>. Saya akan mengumpan bola dan membangun serangan dari lini belakang. Inilah menurut saya prinsip dan karakter kepemimpinan saya. <em>Caring leadership</em> adalah gabungan dari konsistensi perhatian, membangun<em> passion</em> atau semangat keterlibatan yang tinggi dari semua unsur. Kita semua akan bekerja sama, bekerja sama untuk membangun FISIP dan bekerja untuk<span> “<em>to unleash the power of science</em>”.</span> Membangun organisasi jelas bukanlah hal yang mudah. Ia melibatkan temu pikir, gagasan dan kesepakatan bersama. Untuk itu, mekanisme Rapat Kerja Fakultas 2008 yang akan datang akan menjadi wahana penting untuk mencari titik temu landasan bagi FISIP untuk maju ke depan.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bambangshergi.wordpress.com/38/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bambangshergi.wordpress.com/38/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bambangshergi.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bambangshergi.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bambangshergi.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bambangshergi.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bambangshergi.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bambangshergi.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bambangshergi.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bambangshergi.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bambangshergi.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bambangshergi.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bambangshergi.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bambangshergi.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bambangshergi.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bambangshergi.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bambangshergi.wordpress.com&amp;blog=2219436&amp;post=38&amp;subd=bambangshergi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bambangshergi.wordpress.com/2008/04/08/caring-leadership-untuk-konsolidasi-kelembagaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/be4e29deed2315064eb6b276de50d439?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bambangshergi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengintegrasikan Kebijakan Umum Universitas Indonesia</title>
		<link>http://bambangshergi.wordpress.com/2008/04/08/mengintegrasikan-kebijakan-umum-universitas-indonesia/</link>
		<comments>http://bambangshergi.wordpress.com/2008/04/08/mengintegrasikan-kebijakan-umum-universitas-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 06:02:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bambangshergi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bambangshergi.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[FISIP UI adalah bagian dari Universitas Indonesia. Apa yang terjadi di tingkat UI pasti akan berpengaruh pada fakultas. Ada sejumlah perkembangan dasar di tingkat universitas yang perlu kita perhatikan bersama, karena akan berdampak pada kegiatan yang berlangsung di tingkat fakultas. Universitas Indonesia telah memberlakukan Kebijakan Umum Universitas Indonesia dan pula telah menetapkan Rencana Strategis Universitas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bambangshergi.wordpress.com&amp;blog=2219436&amp;post=36&amp;subd=bambangshergi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><!--[if gte mso 9]&amp;gt;  Normal 0     false false false  IN X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &amp;lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&amp;gt;                                                                                                                                              &amp;lt;![endif]--> <span>FISIP UI adalah bagian dari Universitas Indonesia. Apa yang terjadi di tingkat UI pasti akan berpengaruh pada fakultas. Ada sejumlah perkembangan dasar di tingkat universitas yang perlu kita perhatikan bersama, karena akan berdampak pada kegiatan yang berlangsung di tingkat fakultas. Universitas Indonesia telah memberlakukan Kebijakan Umum Universitas Indonesia dan pula telah menetapkan Rencana Strategis Universitas Indonesia yang perlu cermati bersama. Secara prinsip, FISIP akan terus menyesuaikan diri dengan prioritas dan kebijakan universitas, dengan tetap membangun program keunggulan yang diperlukan fakultas. Sejumlah kebijakan yang perlu diperhatikan bersama adalah sebagai berikut :</span><span id="more-36"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span> </span></strong></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="text-decoration:underline;"><span>UI menjadi universitas riset      berkelas dunia</span></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 6pt 36pt;"><span>Secara berangsur, UI akan berubah menjadi universitas riset yang terkemuka di wilayah Asia Tenggara. Baik komposisi mahasiswa dan proporsi pendapatan dan belanja harus datang dari penelitian. Terkait dengan hal ini pula, program Diploma akan diberikan status dan dikelola secara terpisah dari fakultas. Secara umum FISIP harus mereorganisasikan kelembagaannya, termasuk di bidang penelitian agar dapat memenangkan lebih banyak hibah, dll. Pembinaan staf pengajar dan peneliti handal menjadi penting disini, karena di masa yang akan datang hibah penelitian tidak akan lagi melihat pada reputasi insitusi tetapi reputasi individu peneliti.</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="text-decoration:underline;"><span>Sentralisasi manajemen      keuangan dan reorganisasi struktur Fakultas</span></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 6pt 36pt;"><span>Universitas tengah merumuskan kebijakan manajemen keuangan terpusat di universitas yang akan diberlakukan secara berangsur di semua fakultas. Di masa yang akan datang, semua aktifitas tata laksana keuangan akan dikendalikan di universitas, dengan prinsip kemandirian dan pembelanjaan berimbang. Unsur pemangku kepentingan fakultas juga harus mulai mengantisipasi wacana perampingan struktur fakultas, departemen dan program. Di kemudian hari, jumlah program studi<span> </span>mungkin akan diperkecil demi efisiensi anggaran dan untuk mengalihkan dosen untuk mengurangi jam mengajar sekaligus menambah waktu untuk melakukan riset.</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="text-decoration:underline;"><span>Reorganisasi kurikulum<span> </span>(<em>major-minor</em>)</span></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 6pt 36pt;"><span>Universitas akan mengembangkan kurikulum yang memungkinkan seorang mahasiswa S1 mempunyai kesempatan mendalami sebuah peminatan (minor). PDPT akan diperkaya muatannya untuk memberikan dasar <em>liberal arts</em>, yang diharapkan dapat memberikan fondasi pengetahuan universal yang mendorong pada kreatifitas dan kemampuan analisis yang kritis. Melalui kuliah dasar yang sama, semua disiplin ilmu akan memiliki orientasi dasar dalam cara berfikir yang terintegrasi.</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="text-decoration:underline;"><span>Internasionalisasi</span></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 6pt 36pt;"><span>Tema internasionalisasi menjadi tema yang penting. Cakupan internasionalisasi memang beragam, termasuk keinginan menggapai kualitas internasional. Banyak upaya yang perlu dilakukan untuk meningkatkan indeks akreditasi internasional, diantaranya adalah dengan meningkatkan jumlah mahasiswa asing dan mata kuliah yang berbahasa Inggris. Kualitas pengajaran dan penelitian yang baik otomatis juga akan meningkatkan peringkat dalam akreditasi internasional.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 6pt 36pt;"><span>Intinya, ada tiga intisari internasionalisasi yang relevan bagi bagi FISIP UI, yakni a) pengembangan program kerjasama kelembagaan dibidang pengajaran, penelitian, penulisan; b) peningkatan kualitas pengajaran bertaraf internasional baik dalam sarana dan materi pengajaran; c) mendorong dan fasilitasi pengajaran dalam bahasa inggris. Semua langkah tadi membangun kerangka <em>engagement</em> kita dengan universitas dan mahasiswa dari luar negeri. FISIP akan meneruskan kerjasama yang telah dibangun dengan Universitas Washington-St Louis, Erasmus University dan<span> </span>Curtin University.</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="text-decoration:underline;"><span>Tuntuntan mengembangkan      metode pengajaran virtual</span></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 6pt 36pt;"><span>Fakultas harus cermat mempelajari sejauh mana implementasi perangkat <em>e-learning</em> untuk membangun <em>virtual</em> <em>learning</em>. Fakultas saat ini bermaksud untuk memperhatikan pengembangan modul-modul <em>e-learning</em> untuk mata kuliah umum, yang dihadiri jumlah mahasiswa yang besar dan juga bagi program ekstensi yang mahasiswanya umumnya adalah orang-orang bekerja. Mahasiswa ekstensi perlu sarana belajar yang lebih <em>flexible</em> penyampaiannya.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bambangshergi.wordpress.com/36/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bambangshergi.wordpress.com/36/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bambangshergi.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bambangshergi.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bambangshergi.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bambangshergi.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bambangshergi.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bambangshergi.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bambangshergi.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bambangshergi.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bambangshergi.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bambangshergi.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bambangshergi.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bambangshergi.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bambangshergi.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bambangshergi.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bambangshergi.wordpress.com&amp;blog=2219436&amp;post=36&amp;subd=bambangshergi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bambangshergi.wordpress.com/2008/04/08/mengintegrasikan-kebijakan-umum-universitas-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/be4e29deed2315064eb6b276de50d439?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bambangshergi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kerja Kolaboratif, Semangat Kebersamaan!</title>
		<link>http://bambangshergi.wordpress.com/2008/04/08/kerja-kolaboratif-semangat-kebersamaan/</link>
		<comments>http://bambangshergi.wordpress.com/2008/04/08/kerja-kolaboratif-semangat-kebersamaan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 05:53:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bambangshergi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bambangshergi.wordpress.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini akan mendiskusikan usulan konsolidasi kelembagaan menuju kemajuan akademik FISIP UI 2008-2012. Tulisan ini memuat langkah-langkah yang diperlukan untuk memperkuat dan meningkatkan kemajuan yang telah dicapai oleh kepemimpinan fakultas periode sebelum ini. Perlu dicatat bahwa pada masa kepemimpinan fakultas periode 2003-2007, dibawah Prof. Dr. der Soz. Gumilar R.Somantri, fakultas telah mencapai sejumlah lompatan besar. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bambangshergi.wordpress.com&amp;blog=2219436&amp;post=35&amp;subd=bambangshergi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><!--[if gte mso 9]&amp;gt;  Normal 0     false false false  IN X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &amp;lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&amp;gt;                                                                                                                                              &amp;lt;![endif]--> <span>Tulisan ini akan mendiskusikan usulan konsolidasi kelembagaan menuju kemajuan akademik FISIP UI 2008-2012. Tulisan ini memuat langkah-langkah yang diperlukan untuk memperkuat dan meningkatkan kemajuan yang telah dicapai oleh kepemimpinan fakultas periode sebelum ini. Perlu dicatat bahwa pada masa kepemimpinan fakultas periode 2003-2007, dibawah Prof. Dr. der Soz. Gumilar R.Somantri, fakultas telah mencapai sejumlah lompatan besar. Selama empat tahun terakhir, fakultas telah berhasil memantapkan mekanisme kerja dalam bidang manajemen keuangan, penyelenggaraan pendidikan berkualitas dan telah meningkatkan pelaksanaan aktifitas riset dan publikasi. Sarana fisik di lingkungan kita juga telah berkembang secara spektakuler. Semua modal kelembagaan inilah yang harus kita jaga dan tingkatkan prestasinya. Momentum perubahan yang bernafaskan <em>excellence </em>ini akan kita jiwai semakin intens dan kita perlu meneruskan irama kemajuan<span> </span><em>(natural progression</em>) dari pencapaian yang ada saat ini. </span><span id="more-35"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span><span> </span><span> </span>Modal kita di fakultas saat ini antara lain adalah cukup mapannya kondisi dan manajemen keuangan kita, besarnya potensi tenaga akademik kita, bagusnya sarana fisik lingkungan kampus. Posisi keuangan fakultas sangat baik saat ini. Jumlah guru besar kita makin banyak. Inilah modal kelembagaan kita. Kalau ditanya apa kekurangan kita, maka jawabannya tentu masih banyak! Kita masih menemui banyak masalah di semua lini kegiatan akademik dan non akademik. Kelemahan kita masih cukup banyak dan berapa pada seluruh jenjang serta unit kegiatan Program Studi yang ada. Masalah di program Ekstensi berbeda dengan program Diploma, yang tentu berbeda dengan program Pascasarjana. Masing-masing lini pelayanan akademik punya persoalan tersendiri yang memerlukan sentuhan perbaikan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Apa yang menjadi sasaran kemajuan tidak akan lepas dari keinginan Indonesia untuk menjadi Universitas Riset berkelas dunia, melalui upaya-upaya internasionalisasi guna menaikkan peringkat kancah regional dan global. Atas sasaran antara yang cukup kompleks inilah saya kira, menjadi tugas pimpinan sangat menantang untuk dijalani. Tahun ini UI telah ancang-ancang untuk memperbaiki secara bertahap peringkat<span> </span>dalam <em>Times Higher Education Supplement (THES)</em>. Kita ketahui bahwa peringkat UI adalah 395, sedangkan UGM 360 dan ITB 369. Kita berharap penuh bahwa peringkat kita akan naik di tahun 2008. Apakah mungkin kita menaikan peringkat UI ? Tentu bisa, dengan kerja keras bersama. Yang perlu kita lengkapi adalah kapasitas kita untuk mengorganisir riset, memenangkan hibah kompetitif, mengelola layanan akademik, meningkatkan kerjasama internasional, pemeliharaan <em>database, </em>membuat website yang baik dll. Ini antara lain yang dapat disebut. Jangan lupa, tentunya, betapa pentingnya membangun etos kerja, kesadaran untuk bekerja sekuat tenaga untuk sumbangsih ilmu pengetahuan guna pemecahaman masalah bangsa. Janganlah menganggap idealisme sebagai romantisme cengeng, apalagi utopis. Tidak, idealisme adalah ruh kita dan nafas tanggung jawab kita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Kita sadari penuh bahwa semua sasaran ini tidak dapat dicapai sendirian. Dimensi perbaikan kualitas juga harus menyeluruh, tidak parsial. Ini adalah tantangan bersama. Menjadi sebuah universitas terkemuka adalah kerja institusional, yang harus melibatkan semua unsur sivitas akademik fakultas. Untuk itulah maka pendekatan yang perlu dikembangkan adalah pendekatan kolaboratif yang melibatkan semua unsur tanpa terkecuali. Kita merindukan dan memerlukan suatu atmosfir riset dan pengajaran yang dapat membangun semangat berjuang untuk mengejar ketertinggalan kita dibanding universitas lain. <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Perspektif yang akan diangkat dalam<span> </span>makalah ini bertitik tolak dari asumsi fakultas sebagai organisasi pembelajar (<em>learning organization</em>)<a name="_ftnref1" href="#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>. <span> </span>Artinya, FISIP adalah suatu kesatuan yang aktif mencerna informasi, berfikir dan menyelaraskan gagasan untuk gerak bersama. Sebagai <em>learning organization</em>, FISIP digambarkan sebagai organisasi yang <em>inter-connected</em> dan berkomunikasi secara intens. Dengan asumsi ini maka fakultas diharapkan mampu mendorong pengelolaan pengetahuan (<em>knowledge management</em>)<a name="_ftnref2" href="#_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> yang optimal dan nilai kemanfaatan yang luas. Diseminasi pengetahuan, semangat kerjasama dan keterbukaan harus dibangun seiring dengan pemahaman akan tujuan bersama. Tujuan apa ? Tujuan menjadikan<span> </span>fakultas menjadi komponen aktif dari universitas riset serta menjadi institusi pendidikan berkelas dunia. Berkaitan dengan hal ini, pembahasan konsep dan fakta seputar capaian dan rencana kerja FISIP UI ke depan akan memerlukan rumusan baru akan peran perguruan tinggi dalam konteks tantangan dan kekinian. FISIP sadar bahwa ia bukanlah sebuah unsur yang terisolasi dan diharapkan untuk menjadi insitusi yang dapat menjawab tantangan masa depan dengan peran-peran inovatifnya. Warga FISIP harus bisa menjelaskan apa dan bagaimana membangun peran efektif bagi pemecahan masalah bangsa yang mengalami transisi struktural saat ini. Kita semua harus siap dan mampu menjawab tantangan jaman dengan menciptakan berbagai bentuk peluang. Apa dan bagaimana peran FISIP, misalnya, dalam <em>Science Park</em> (Taman Ilmu) yang dicanangkan Universitas Indonesia. Inilah antara lain yang harus kita bicarakan secara prospektif, dan perlu dijiwai secara bersama-sama oleh kita semua.</span></p>
<div><!--[if !supportFootnotes]--></p>
<hr size="1" /><!--[endif]--></p>
<div id="ftn1">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;"><a name="_ftn1" href="#_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span> Michael Fremey (2002), menegaskan pentingnya universitas untuk belajar bukan hanya dalam kapasitas pengembangan keilmuan, tetapi juga merespons permintaan pasar yang sangat dinamis. Sementara Peter M. Senge (1990), secara khusus memaknai <em>learning organization</em> sebagai bentuk upaya perluasan kapasitas dan pola berpikir yang dapat mengakomodir kepentingan berbagai pihak yang terkait.</span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
</div>
<div id="ftn2">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;"><a name="_ftn2" href="#_ftnref2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span><span> </span><em>Knowledge management </em>adalah konsep yang lebih banyak diterapkan dalam tataran praktis aktivitas organisasi daripada di ranah akademik. Seperti misalnya Hofman <em>et.all</em> (2005) yang menjelaskan 4 proses di dalam k<em>nowledge management</em>, yakni: (1) <em>generated/ discover new knowledge</em>, (2) <em>scanning and organizing knowledge</em>, (3) <em>knowledge codification</em>, dan (4) <em>knowledge transfer.</em> Namun perspektif praktis dalam aspek keorganisasian ini justru menjadi kerangka utama dalam mewujudkan konsolidasi kelembagaan yang mengarah pada kemajuan akademik.</span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
</div>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bambangshergi.wordpress.com/35/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bambangshergi.wordpress.com/35/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bambangshergi.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bambangshergi.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bambangshergi.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bambangshergi.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bambangshergi.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bambangshergi.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bambangshergi.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bambangshergi.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bambangshergi.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bambangshergi.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bambangshergi.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bambangshergi.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bambangshergi.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bambangshergi.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bambangshergi.wordpress.com&amp;blog=2219436&amp;post=35&amp;subd=bambangshergi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bambangshergi.wordpress.com/2008/04/08/kerja-kolaboratif-semangat-kebersamaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/be4e29deed2315064eb6b276de50d439?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bambangshergi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Konsolidasi Kelembagaan Untuk Melangkah Maju</title>
		<link>http://bambangshergi.wordpress.com/2008/01/25/konsolidasi-kelembagaan-untuk-melangkah-maju/</link>
		<comments>http://bambangshergi.wordpress.com/2008/01/25/konsolidasi-kelembagaan-untuk-melangkah-maju/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jan 2008 04:03:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bambangshergi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bambangshergi.wordpress.com/2008/01/25/konsolidasi-kelembagaan-untuk-melangkah-maju/</guid>
		<description><![CDATA[Marilah kita mulai dengan berdoa agar kita semua dalam keadaan sehat dan senantiasa kuat bersemangat untuk bekerja. Dalam kesempatan ini saya ingin mengajak semua warga FISIP UI untuk melangkah lebih maju ke depan. Marilah kita meningkatkan kualitas pendidikan kita. Marilah meningkatkan kontribusi kita pada pemecahan masalah bangsa. Marilah kita bekerja sama untuk mewujudkan kemajuan. Inilah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bambangshergi.wordpress.com&amp;blog=2219436&amp;post=30&amp;subd=bambangshergi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><b><br />
</b></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Marilah kita mulai dengan berdoa agar kita semua dalam keadaan sehat dan senantiasa kuat bersemangat untuk bekerja. Dalam kesempatan ini saya ingin mengajak semua warga FISIP UI untuk melangkah lebih maju ke depan. Marilah kita meningkatkan kualitas pendidikan kita. Marilah meningkatkan kontribusi kita pada pemecahan masalah bangsa. Marilah kita bekerja sama untuk mewujudkan kemajuan. Inilah tema besar yang ingin saya sampaikan kepada kita semua dalam sebuah tulisan singkat yang saya beri judul &#8220;Konsolidasi Kelembagaan untuk Melangkah Maju&#8221;. Mengapa konsolidasi kelembagaan diangkat sebagai subyek utama dan ke mana langkah maju ini ingin diarahkan akan saya jelaskan dalam uraian berikut ini.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Saya akan mulai dengan suatu renungan yang datang dari perjalanan singkat saya ke Amerika Serikat beberapa waktu yang lalu. Saya sempat ke tiga universitas di sana -dua universitas yang berskala internasional, yakni Washington University di kota St Louis, Missouri, dan University of California-Berkeley di San Fransisco. Selain itu, sebuah universitas ‘kecil&#8217; -karena berskala kota- juga sempat saya kunjungi, yakni Hunter School of Social Work di Kota New York. Tiga kota dan tiga universitas ini cukup mewakili tiga wilayah di AS, yakni ujung pantai Timur (New York), dataran tengah (Missouri) dan pantai Barat (California).Dari kunjungan ketiga universitas ini, saya menangkap beberapa hal penting yang pantas dicatat sebagai renungan akademik; lebih bagus lagi sebagai pekerjaan rumah kita bersama.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p><span id="more-30"></span></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Yang pertama adalah kesungguhan ketiga universitas ini dalam melakukan riset-risetnya. Riset, ya riset, riset dan riset.University California-Berkeley, anda tahu kan reputasinya.Yang pertamakali ditanya oleh kolega profesor di sana adalah riset apa yang sedang anda kerjakan di Indonesia? Kenapa soal itu yang selalu ditanyakan ke kita? Mereka tampaknya bukan basa-basi dalam mengajukan pertanyaan tersebut. Untungnya saya bisa sedikit tenang menjawabnya. Paling tidak setahun terakhir saya aktif dalam sebuah penelitian tentang kebijakan pemuda di Korea Selatan dengan dana dari TJ-Park POSCO. Yah, paling tidak tidak terlalu ketinggalan dan terselamatkanlah &#8216;tongkrongan&#8217; kita di depan sang profesor Berkeley tersebut. Seorang dosen dan profesor di semua universitas tersebut memang aktif menangani paling tidak satu penelitian penting setiap tahunnya dan kumpulan penelitian tersebut tersebutlah yang akan diperhitungkan dalam kenaikan pangkat dan kelangsungan kontrak kerja mereka. Kan kita pernah dengar <i>&#8220;Publish or Perish&#8221;</i>. Memang begitulah hukum rimba yang berlaku di sana. Kalau tidak menulis (di jurnal dan buku) maka binasalah kamu (kontraknya diputus, terpaksa balik kampung!). Lebih penting lagi adalah sejauh mana universitas tersebut dianggap sebagai universitas yang baik dan akan banyak menerima mahasiswa di kemudian hari. Jumlah dana yang dimenangkan oleh seorang dosen adalah ukuran sangat penting yang diterapkan untuk menilai seseorang, karena sangat terkait dengan reputasi dan kelancaran <i>cash flow</i> universitas, tentunya.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Saya temui bahwa, di Amerika, semua lembaga pemerintahan memberikan tanggung jawab penelitian kepada perguruan tingginya. Bukan kepada unit litbang departemen. Saya akan cek lebih dalam mengenai hal ini, tetapi demikian yang saya tangkap. Perguruan tinggi diberi mandat dan kepercayaan yang tinggi untuk melakukan penelitian untuk kepentingan pengembangan kebijakan. Para profesor diberi dana yang cukup besar untuk melakukan pemantauan kebijakan dengan dana yang tidak tanggung-tanggung. Ada yang 5 juta dollar, ada yang 12 juta dollar -berapa itu kalau dirupiahkan ya? Penelitian, sekali lagi, tidak dilakukan di litbang departemen. Dari dana yang besar inilah para profesor mempekerjakan para mahasiswa doktornya, sekaligus membuat penelitian disertasi.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Catatan yang kedua adalah demikian giatnya mereka memberikan pengabdian masyarakat. Hunter School of Social Work adalah sebuah univeritas negeri yang dibiayai oleh pemerintah daerah State dan City of New York. Perguruan tinggi ini ditugaskan untuk khusus menangani masalah-masalah sosial yang tumbuh di Kota New York. Anda kenal daerah Bronx ? Nah, di sanalah mereka antara lain melakukan pengembangan masyarakat. Namun, yang impresif adalah pusat pembelajaran mereka yang dinamakan National Resource Center for Family-Centered Practice and Permanency Planning. Pusat pembelajaran berskala nasional ini melayani seluruh negeri Paman Sam dengan pelatihan regular dan layanan media interaktif jarak jauhnya. Web-sitenya adalah <a href="http://www.nrcfcppp.org/">www.nrcfcppp.org</a>. Anda boleh mengunjunginya kalau tertarik. Ada materi <i>web cast</i> dan <i>teleconference</i>-nya. Hebat dan lengkap isinya. Sekedar bumbu cerita, seorang dosen dari pusat tersebut dibayar honor kuliah dan training US$3.000 per hari kerja. Saya kaget tapi ikut bergembira karena, di sana, bidang pekerjaan sosial dihargai demikian tinggi!</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Ketiga adalah nilai dan kepentingan perpustakaannya. Anda tahu berapa koleksi buku di Berkeley? Sepuluh juta buku; disimpan rapih dalam perpustakaan yang menakjubkan, 4 lantai ke dalam <i>basement</i>. Tidak heran mereka mampu mengadakan riset-riset berskala dunia. Di kejauhan bukit sana saya melihat bangunan pemecahan molekul, kubah untuk simulasi dan eksperimen fisika elektronika. Saya dengar mereka juga tengah melakukan  penelitian besar mengenai biofuel.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Keempat, dan tidak kalah pentingnya, adalah soal persaingan (positif) antara bangsa-bangsa maju di dunia ini. Di Berkeley paling tidak ada 100 peneliti Cina dari berbagai bidang yang sedang berada di universitas itu. Setiap tahun pemerintah Cina memberikan beasiswa penelitian 1 tahun bagi 5.000 dosennya ke luar negeri. Universitas di Amerika dan  Inggris menjadi tujuan utama mereka. Dosen tetap yang berlatar belakang bangsa Korea, Cina dan India sangat besar dan berpengaruh di UCL. Intinya begini; kalau suatu bangsa mendominasi Universitas California-Berkeley maka dia menguasai US. Selanjutnya, bila dia menguasai US dia menguasi dunia! Di universitas yang terkenal seantero dunia ini ada tiga bangsa Asia yang saya lihat paling menonjol: India, Cina dan Korea. Mereka <i>keukeuh</i> bertarung menancapkan pengaruh di universitas yang menjadi pintu gerbang ke Amerika Serikat dari wilayah Pasifik dan Asia Timur. Cina memiliki komunitas terbesar di dunia di luar negeri Cina. Korea dan Filipina juga. Bangsa Thailand juga jangan dianggap enteng lho! Buktinya, restoran Thailand sangat mendominasi jalan-jalan di San Francisco dan sangat laku.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Lanjut cerita, kebetulan saya hadir dalam suatu ceramah yang diberikan oleh seorang Profesor dengan judul the <i>&#8220;The Politics of the Eye: Tourism and Architecture&#8221;</i>. Ceramah yang dilangsungkan pada hari Jumat jam 7-9 malam ini dipenuhi oleh 50 orang akademisi berpengaruh dan dilengkapi benda-benda pameran. Biasanya, Jumat malam itu adalah malam santai bagi orang Amerika. Tapi, malam itu, ruang perpustakaan Departemen Arsitektur UCL dipadati orang untuk mendengar ceramah serius. Setelah ceramah saya sempat  berkenalan dan menanggapi presentasinya, lagi-lagi supaya reputasi (tongkrongan) terjaga dan menunjukkan bahwa saya memahami ceramahnya. Malu kan kalau orang Indonesia (dosen UI lagi) hanya bisa bengong.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Di Washington University, dari 24 mahasiswa program doktornya, setengahnya berkebangsaan Korea. Selama menjadi mahasiswa Ph.D, beberapa dari mereka akan menjadi <i>assistant professor</i> lalu berharap akan diangkat menjadi <i>associate profesor</i> dan akhir menjadi <i>full professor</i> atau profesor tetap di sana. Cerita pertarungan bangsa ini sebenarnya memberikan harapan tapi sebenarnya mengerikan, apalagi kalau kita kemudian berkaca tentang di mana kedudukan bangsa Indonesia saat ini.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Tidak banyak di antara kita yang menyadari betapa pentingnya pendidikan tinggi bagi pembangunan bangsa. Pemahaman tentang kedudukan sentral pendidikan tinggi perlu kita pahami sedikit. Perguruan tinggi di negara dan bangsa mana pun, dan pada masa sejarah mana pun, adalah pusat pembelajaran tinggi, tempat ilmu pengetahuan dikembangkan. Namun, jangan kita salah mengartikan hal ini. Makna tempat mengembangkan ilmu bukan tempat pemujaan ilmu, di mana para dosen duduk sebagai lambang kerajaan ilmu pengetahuan yang memberi titah dan mengangkat hamba (mahasiswa) dengan gelar lewat pendidikan yang (sebenarnya) sangat terbatas. Perguruan tinggi adalah pusat penciptaan ilmu, membangun karya, produk unggulan, inovási dan, bersamaan dengan itu, memberdayakan masyarakatnya agar mandiri dan kuat secara ekonomi dan politiknya. Pernah dengar kawah candradimuka? Ya, seperti itulah, tetapi cara kerjanya tanpa mantra. Semua bersumbu rasionalitas dan moralitas. Di sini terkandung makna kesungguhan, keinginan yang mendalam dan nafas yang panjang untuk melangkah setapak dalam rentang kemajuan yang panjang.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Di sini dituntut kreatifitias, keberanian, kesungguhan untuk mengembangkan proyek-proyek inovatif, keberanian dan kesungguhan untuk bekerja sama dengan pihak lain, menggali potensi di dalam dan terus mendorong agar kita semua mau bekerja sama membangun lembaga. Kita harus mau dan mampu menempatkan diri kita di atas panggung akademik dalam tataran nasional dan juga dalam tataran internasional. Etos kerjanya adalah kita mampu dan kita adalah nara sumber pengetahuan yang selalu siap memberikan kontribusi bagi pemecahan masalah bangsa dan mau bekerja sama dengan pihak lain untuk memecahkan masalah secara bersama-sama. Untuk itu, kita semua harus bekerja keras untuk membangun lembaga dan organisiasi.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Tantangan eksternal dalam hal ini adalah bagaimana fakultas mampu memberikan kontribusi yang luas bagi pemecahan masalah bangsa. Kedua, tanggung jawab memberikan kontribusi kepada lingkungan eksternal. Kedudukan pimpinan fakultas adalah jabatan yang strategis yang menentukan banyak hal. Ia menentukan nasib perjalanan dan perkembangan fakultas. Fakultas bukanlah suatu entitas yang sederhana dan juga bukan tidak penting. Fakultas mewadahi sejumlah rumpun ilmu yang mapan. Ilmu pengetahuan yang ada di FISIP bukanlah cabang ilmu yang remeh. Cabang ilmu yang ada semuanya penting dan menjadi tumpuan bekerjanya birokrasi, korporasi dan komponen masyarakat madani. Kesatuan sistem pelaku masyarakat inilah yang membangun bangsa Indonesia. Kita semua mencita-citakan bangsa Indonesia yang kuat dan sejahtera. Di mana kita saat ini? Di mana keadaan bagsa Indonesia saat ini?</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Saat ini bangsa dalam keadaan terpuruk. Keterpurukan yag terjadi sangat parah dan kondisi ini berpengaruh pada rasa percaya diri sebagai bangsa. Perasaan bangsa Indonesia saat ini adalah rasa penuh kekawatiran akan masa depan dan meragukan nasib di masa yang akan datang. Sejumlah ironi mewarnai situasi bangsa ini. Kita adalah negara dengan potensi sumberdaya alam terkaya di dunia, tetapi termasuk negara yang paling miskin di dunia. Kita adalah negara dengan potensi budaya terbesar tetapi hanya sanggup menjadi konsumen dan penonton dari panggung budaya internasional.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Kedua tantangan di atas harus dilaksanakan dalam suatu tataran yang cukup canggih/<i>advanced</i>. Mengapa canggih dan stratejik? Demikian karena kita mewarisi lembaga yang tidak kecil. FISIP adalah sebuah institusi besar yang disegani orang. UI adalah pemegang barometer kemajuan ilmu bangsa Indonesia. Jumlah mahasiswanya banyak, disiplin ilmunya berperan penting dalam masyarakat, para dosennya menjadi figur publik dan para alumni berjumlah puluhan ribu orang. Kita sesungguhnya mewarisi sebuah institusi yang besar dan berpengaruh. <i>Positioning</i> FISIP, dalam hal ini, tidak bisa tanggung-tanggung. Dia harus mampu memberikan jawaban pada tataran nasional dan menjembatani dimensi global. Demikian pula, bahwa nama Universitas Indonesia harus memberikan kerangka berfikir ke-Indonesiaan dan semangat integrasi bangsa ini.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Pertanyaannya adalah apakah lembaga yag besar ini sudah memberikan kontribusinya secara maksimal?</p>
<div align="justify">
<ol>
<li>Menjadi warga aktif dari komunitas      regional</li>
<li>Menjadi pusat inovasi dan      keunggulan bangsa</li>
<li>Membawa UI menjadi warga yang mampu      meletakkan kepentingan nasional dalam perspektif global</li>
<li>Membangun identitas bangsa dan jiwa      yang besar sebagai modal untuk membangun kemampuan melakukan sesuatu yang      besar pula.</li>
</ol>
</div>
<p align="justify">Untuk menjawab tantangan masa depan yang demikian kompleks, ada baiknya kita berkonsentrasi pada satu masalah dulu. Kita mulai dengan satu rumusan tantangan. Apa tantangan fakultas kita saat ini dan 5 tahun ke depan? Kalau boleh saya rumuskan, tantangan FISIP saat ini dan untuk lima tahun mendatang adalah &#8220;Konsolidasi Kelembagaan dan Pengembangan Kapasitas Berkarya Akademik&#8221;. Kenapa demikian rumusannya? Penting untuk melihat diri kita sekarang. Perlu disadari bahwa FISIP saat ini, di tahun 2007, berbeda dengan FISIP lima tahun yang lalu. FISIP saat ini adalah FISIP yang mempunyai beragam fasilitas akademik yang jauh lebih baik. Sarana gedung, ruang dan fasilitas lain demikian pesat perkembangannya. Saat ini FISIP juga mempunyai berbagai macam infrastruktur kreasi pengetahuan. Kalau sudah demikian, apakah semua sudah beres? Kalau ditanya apakah sudah beres, jawabnya rasanya belum beres. Jelas belum beres, karena tantangan dunia pendidikan terus berkembang dan tidak akan ada habisnya. Menghadapi <i>frontier</i> atau wilayah kerja nasional saja kita sekarang agak kedodoran, apalagi tantangan akademik di tataran internasional.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bambangshergi.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bambangshergi.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bambangshergi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bambangshergi.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bambangshergi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bambangshergi.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bambangshergi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bambangshergi.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bambangshergi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bambangshergi.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bambangshergi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bambangshergi.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bambangshergi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bambangshergi.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bambangshergi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bambangshergi.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bambangshergi.wordpress.com&amp;blog=2219436&amp;post=30&amp;subd=bambangshergi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bambangshergi.wordpress.com/2008/01/25/konsolidasi-kelembagaan-untuk-melangkah-maju/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/be4e29deed2315064eb6b276de50d439?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bambangshergi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tantangan Membangun Kerjasama Antardisiplin Ilmu Pengetahuan</title>
		<link>http://bambangshergi.wordpress.com/2008/01/18/tantangan-membangun-kerjasama-antardisiplin-ilmu-pengetahuan/</link>
		<comments>http://bambangshergi.wordpress.com/2008/01/18/tantangan-membangun-kerjasama-antardisiplin-ilmu-pengetahuan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jan 2008 08:50:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bambangshergi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bambangshergi.wordpress.com/2008/01/18/tantangan-membangun-kerjasama-antardisiplin-ilmu-pengetahuan/</guid>
		<description><![CDATA[Apa kelemahan ilmu pengetahuan yang ada di Indonesia saat ini? Saya akan jawab, kelemahannya ada pada tidak terkaitnya ilmu pengetahuan dengan masalah bangsa. Maksudnya? Ilmu pengetahuan kita tidak connect. Masalah atau tantangan bangsa yang harus dijawab ilmu pengetahuan adalah, pertama, bagaimana meningkatkan karya inovasi bangsa yang dapat dipergunakan dan dapat memberikan nilai tambah bagi ekonomi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bambangshergi.wordpress.com&amp;blog=2219436&amp;post=29&amp;subd=bambangshergi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div align="justify"></div>
<p align="justify">Apa kelemahan ilmu pengetahuan yang ada di Indonesia saat ini? Saya akan jawab, kelemahannya ada pada tidak terkaitnya ilmu pengetahuan dengan masalah bangsa. Maksudnya?  Ilmu pengetahuan kita tidak <i>connect</i>. Masalah atau tantangan bangsa yang harus dijawab ilmu pengetahuan adalah, pertama, bagaimana meningkatkan karya inovasi bangsa yang dapat dipergunakan dan dapat memberikan nilai tambah bagi ekonomi dan kualitas hidup masyarakat.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p><span id="more-29"></span></p>
<p align="justify">Yang kedua, bagaimana membangun kapital sosial atau kebudayaan (termasuk kelembagaan dan sumberdaya manusia) yang diperlukan untuk mencapai kemajuan ekonomi dan kemanusiaan. Kedua unsur yang baru disebut tentunya tidak terpisah, Kedua unsur tersebut, yakni inovasi dan  kematangan kelembagaan, sangat bertautan. Tidak ada inovasi bila tidak ada kekuatan budaya. Sebaliknya, kebudayaan yang unggul bila dinafikan keberadaannya oleh tujuan ekonomi pragmatis, maka ia akan hancur dengan sendirinya. Inovasi dan keberadaan kelembagaan pemerintah dan swasta yang kuat sangat ditentukan oleh seberapa kuat perguruan tingginya.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Saat ini Indonesia dalam keadaan terpuruk. Apakah kita akan membiarkan diri kita terpuruk terus? Saya beranggapan keterpurukan ini terjadi juga karena lemahnya peran perguruan tinggi. Sebaliknya pula, pemulihan ekonomi dan kemajuan bangsa harus dimulai dari peran perguruan tinggi. Dalam pandangan saya, perguruan tinggi saat ini terjebak dalam tiga jurang yang dalam. Jurang <i>pertama </i>adalah orientasi monodisiplin. Sayang sekali, saat ini setiap cabang ilmu seakan enggan berinteraksi dengan disiplin ilmu lain. Cermin situasinya seakan berkata, &#8220;ini warungku mana warungmu&#8221;. Maksudnya sesama warung jangan saling bersinggungan. Jangan saling mengganggu nafkah dan rejeki, begitulah kira-kira. <i>Kedua, </i>tidak berorientasi pemecahan masalah. Kurikulum kita cenderung hilang fokus karena tidak cukup waktu untuk mengolah suatu kerangka strategi pemecahan masalah secara terintegrasi. Demikian sibuknya kita mengajar kuliah sebanyak mungkin dan sibuknya kita mencetak sarjana, akhirnya kita lupa untuk memikirkan pemecahan solusi bangsa. Kita terjebak pada pengajaran saja. Kuliah &#8216;teng&#8217; selesai, pulang ke rumah. <i>Ga nyalahin sih.</i> <i>Ketiga,</i> tidak berwawasan daerah. Tidak seperti orang lain, saya kira, mestinya program pasca sarjana kita harus dan mutlak disisipkan persepsi masalah kewilayahan.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Bagian akhir laporan Bidang Akademik ini mengedepankan perlunya kerangka kerja akademik yang terfokus tajam dan khususnya di bidang riset yang diarahkan meningkatkan kontribusi riset pembangunan  bagi pembangunan lokal. Perlu direnungkan sejenak bahwa demikian banyak skripsi, tesis, disertasi dan juga karya ilmiah lain yang berkisar 1.500 buah per tahun (di FISIP UI, misalnya) yang menguap  atau hanya menjadi tumpukan kertas yang tersimpan di gudang atau rak perpustakaan. Persoalan dasarnya adalah bagimana kita semua dapat menghindari pemborosan tenaga dan waktu ini dan sebaliknya menggiring riset menjadi sesuatu yang relevan dan berguna bagi masyarakat. Disadari bahwa relevansi dan kegunaan hasil riset tidak lepas dari mata rantai yang utuh dari pemilihan topik, pelaksanaan riset dan  promosi hasil riset. Secara umum kerangka kerja pemanfaatan riset  paling tidak dapat mengikut kerangka berfikir sebagai berikut :</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Paling tidak ada dua pertanyaan, yakni <i>pertama,</i> apa yang dapat dilakukan oleh sebuah perguruan tinggi dalam memberikan sumbangsih karya dan pemikirannya bagi pembangunan masyarakat dan, <i>kedua,</i> bagaimana cara yang efektif menghimpun pengetahuan yang diakumulasikan dalam karya riset untuk kepentingan umum. Kedua pertanyaan ini menjadi lebih khusus lagi terkait dengan disiplin ilmu-ilmu sosial. Dalam ilmu-ilmu sosial khususnya, karya akademik adalah bentuk-bentuk telaah, model penanganan masalah, sistem kelembagaan dan pengembangan sistem pelaku yang akan memberikan sumbangan bagi penanganan masalah. Demikian pula, dimensi pengajaran berbasis penelitian akan sangat tergantung pada sejauh mana penelitian telah berkembang encroach dalam bidang ilmu masing-masing.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Telaah ini dimulai dengan mengangkat judul tulisan Hulme (1994) dengan judul <i>&#8220;Social Development Research and the Third Sector: NGOs as users and subject of inquiry&#8221;</i>. Edwards antara lain dikutip yakni <i>&#8220;to date sosical development research has had limited utility as the immense outpouring of information and advice is having demostrably little effect on the problem it seeks to address&#8221;</i>. Pendapat ini menekankan titik lemah</p>
<div align="justify"></div>
<h2 align="justify">Membangun Arah Kelembagaan Akademik yang  Unggul dan Berdedikasi Kebangsaan</h2>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Untuk menjadi Universitas yang <i>noted, </i>tentunya kita dapat berikhtiar dalam banyak hal. Inti dari perguruan tinggi adalah manajemen dan reproduksi ilmu. Ilmu harus tumbuh dan berkembang, bukan hanya untuk dialihkan. Dengan kecenderungan untuk konvergensi ilmu-ilmu saat ini, kiranya kita perlu membuat terobosan yang andal dalam cara kita menyelenggarakan pendidikan. Nampaknya, saat ini tidak pantas kita untuk tetap memelihara benteng ilmu dari masing-masing disiplin di Departemen. Perlu, saat ini, kita melakukan lebih banyak kolaborasi antar ilmu untuk memecahkan persoalan konkrit yang dihadapi bangsa. Selain kita perlu terus mencabar relevansi ilmu dengan masalah, kita perlu untuk berlatih untuk bekerja sama dengan disiplin dan profesi yang berbeda-beda. Sebut saja untuk masalah pengembangan demokrasi, <i>good governance</i>, <i>global environment sustainability</i>, otonomi daerah, identitas kebangsaan, <i>corporate citizenship</i>, penanggulangan konflik, <i>human security</i>, kesejahteraan dll. Perlu diberi tekanan di sini, bahwa nilai unggul juga harus dipadankan dengan nilai sumbangsih kebangsaan. Artinya, kita bisa saja unggul ilmu tapi tidak bermanfaat terhadap persoalan bangsa. Internasionalisasi dan segala konsekuensi teknisnya perlu tetap kita letakkan dalam kerangka memberikan <i>content </i>internasional untuk memecahkan persoalan bangsa yang kian rumit dan mendalam saat ini. Kurikulum dan kelembagaan FISIP ke depan harus memungkinkan kita semua untuk bergelut secara ilmiah baik dalam konteks monodisiplin tetapi juga mampu berkolaborasi antar ilmu. Pada tataran yang lain, perspektif kita juga harus melintas dari sekedar persepektif nasional tetapi juga peka terhadap ancaman dan peluang global. Inilah kualitas lulusan Universitas Indonesia yang kita inginkan saat ini.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Sebenarnya, kenapa kita perlu bersusah-susah seperti itu? Kenapa harus repot-repot membongkar pasang kurikulum? Bukankah apa yang ada selama ini sudah cukup?  Jawabannya adalah karena kita perlu menyiapkan mahasiswa kita untuk siap bertarung dalam pasar tenaga kerja regional dan mampu menjalankan peran kepemimpinan dalam berbagai ruang lingkup kiprahnya di masyarakat.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><u>Agenda Substantif : Integrasi Pengajaran dengan Riset dan Publikasi </u></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Sejalan dengan berkembangnya kegiatan pengajaran di fakultas, secara bertahap kita  perlu memantapkan kerangka  kerja untuk kegiatan riset dan publikasi. Kedua kegiatan ini semakin dibutuhkan untuk membangun reputasi dan keunggulan departemen/ fakultas. Panggung inovasi pengetahuan inilah yang diharapkan memberikan dampak pada minat/animo mahasiswa pascasarjana khususnya dan selanjutnya dapat lebih mewujudkan proporsi mahasiswa pascarjana di fakultas (sesuai misi <i>Research University</i>). Salah satu caranya adalah dengan membangun <i>highway</i> atau koridor utama lintas program untuk kegiatan penelitian bersama dan publikasinya. Riset sebagai bagian dari kegiatan keseharian misalnya dalam kegiatan penulisan disertasi. S3 harus ikut mengajar dan akan diangkat sebagai dosen tidak tetap untuk perkuliahan di S1. Diberikan sarana untuk mengajar dan bekerja. Misalnya memanfaatkan <i>Selo Soemardjan Research Center</i> untuk melakukan <i>cluster research</i> lintas program, studium general yang mewajibkan kehadiran seluruh mahasiswa. Fakultas dan Departemen juga harus bekerja sama dalam upaya-upaya sistematik untuk  pemenangan hibah kompetitif dan menjajagi peluang kerjasama antaruniversitas.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><u>Penutup</u></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Sebuah universitas dan unsur fakultasnya yang bersifat <i>teaching-heavy faculty</i> tidak akan mampu menjawab tantangan bangsa dengan efektif. Kecenderungan untuk menjaga kemurnian ilmu tanpa membangun persinggungan pengetahuan dan integrasi proses metodologi penanganan masalah hanya akan menghasilkan lulusan program studi yang berpandangan sempit dan tidak terbiasa merangkul potensi keilmuan yang ada di sekitarnya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bambangshergi.wordpress.com/29/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bambangshergi.wordpress.com/29/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bambangshergi.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bambangshergi.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bambangshergi.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bambangshergi.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bambangshergi.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bambangshergi.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bambangshergi.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bambangshergi.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bambangshergi.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bambangshergi.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bambangshergi.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bambangshergi.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bambangshergi.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bambangshergi.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bambangshergi.wordpress.com&amp;blog=2219436&amp;post=29&amp;subd=bambangshergi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bambangshergi.wordpress.com/2008/01/18/tantangan-membangun-kerjasama-antardisiplin-ilmu-pengetahuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/be4e29deed2315064eb6b276de50d439?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bambangshergi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
